Portal Pantura, Brebes – Jelang Idul Fitri 1447 Hijriyah, Polres Brebes tidak tinggal diam. Ratusan personel kepolisian sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi gelombang demi gelombang pengendara yang akan memadati jalan-jalan menuju kampung halaman.
Dalam latihan pra operasi yang diselenggarakan Kamis (12/3/2026) di Aula Tantya Sudhirajati, seluruh personel dibekali strategi baru. Mulai dari penguasaan aplikasi digital hingga cara berkomunikasi yang lebih humanis dengan masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya nyata untuk menciptakan perayaan yang lebih aman dan nyaman.
Lebih dari Sekedar Razia
Komandan Polres Brebes, AKBP Lilik Ardiansyah, menekankan bahwa operasi tahun ini berfokus pada pelayanan publik yang berkualitas. “Jangan sampai petugas di lapangan bingung saat masyarakat menanyakan informasi. Kami harus menguasai setiap detail program,” ujarnya dalam briefing tersebut.
Ada dua program unggulan yang menjadi prioritas: layanan Valet Ride dan aplikasi Sipolan. Valet Ride dirancang khusus untuk memberikan informasi dan bantuan kepada pengguna jalan, sementara Sipolan adalah aplikasi berbasis teknologi untuk pelayanan yang lebih responsif.
Kehadiran kedua program ini bukan soal teknologi semata. Polres Brebes memahami bahwa masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan akurat saat berkendara. Dengan itu, sosialisasi melalui media sosial dan pemasangan spanduk di lokasi-lokasi strategis menjadi semakin penting.
Perubahan Cara Berbicara
Salah satu instruksi yang menarik adalah perubahan cara berpikir personel. Alih-alih menggunakan istilah “kemacetan” yang cenderung negatif, petugas diminta menggunakan frasa “kepadatan lalu lintas.” Ini mungkin terdengar sederhana, namun memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi pengguna jalan yang sudah stress karena perjalanan jauh.
Keputusan seperti ini menunjukkan bahwa keamanan mudik bukan hanya soal fisik, tetapi juga mental. Masyarakat yang stress cenderung membuat keputusan yang rawan kecelakaan. Dengan bahasa yang lebih positif, diharapkan arus mudik dapat berjalan lebih kondusif.
Persiapan yang Matang
Operasi Ketupat Candi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret. Dalam periode tersebut, 1.084 personel gabungan dari berbagai institusi siap disiapkan. Mereka berasal dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan bahkan Gerakan Pramuka.
Personel ini akan ditempatkan di berbagai titik strategis. Ada 3 pos pelayanan utama, 1 pos terpadu untuk koordinasi, 1 pos khusus di objek wisata, 1 pos Valet Ride di Nasmoko Brebes Klampok, dan 10 pos pengamanan di sepanjang jalur mudik.
Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan puncak mudik gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret, sementara arus balik paling ramai pada 24-25 Maret. Informasi ini membantu Polres Brebes untuk mengalokasikan personel secara lebih efisien.

