Hal ini diharapkan dapat membantu menstabilkan harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Program P2L dihadirkan sebagai solusi cerdas dalam menghadapi terbatasnya lahan pertanian.
Polsek Bumiayu, bersama pemerintah desa dan Gapoktan, mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah atau kebun kosong menjadi lahan produktif yang dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Kami tak punya lahan khusus, tapi dengan gotong royong, kita bisa ciptakan kemandirian pangan,” tegas AKP Kasam, menunjukkan semangat kebersamaan dalam mengelola sumber daya yang ada.
Kepala Desa Pruwatan, Rasiman SH, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan panen ini, yang diharapkan dapat menjadi pijakan untuk pertanian berkelanjutan berbasis komunitas.
“Bayangkan, jika 1.000 rumah di Brebes menerapkan P2L di 500 m² lahan, kita bisa menghasilkan 8.000 ton jagung per tahun! Ini bisa mengubah peta ketahanan pangan daerah,” ungkapnya.
Rasiman mengajak seluruh warga untuk tidak membiarkan lahan menganggur dan memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Dari pekarangan, kita bisa lawan kelaparan, tingkatkan ekonomi, dan jaga stok pangan nasional!” serunya.
Keberhasilan panen jagung serentak ini menjadi contoh nyata bagaimana ketahanan pangan bisa dimulai dari lahan terbatas, mengandalkan gotong royong dan pengelolaan yang cermat.
Harapannya, inisiatif ini akan meluas dan dapat memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten.***

