TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Produksi Benih Ikan Naik 130 Persen, BBI Malahayu Siap Dukung Ketahanan Pangan Brebes

×

Produksi Benih Ikan Naik 130 Persen, BBI Malahayu Siap Dukung Ketahanan Pangan Brebes

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

– Balai Benih Ikan (BBI) Malahayu di Kecamatan Banjarharjo mencatat peningkatan produktivitas signifikan sepanjang 2025. Produksi benih ikan melonjak 130 persen dibanding tahun sebelumnya.

Data Dinas Perikanan menunjukkan produksi 2024 hanya 244.887 ekor. Hingga November 2025, angkanya mencapai 561.945 ekor. Capaian ini menjadi modal kuat untuk mendukung ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Apresiasi Kinerja BBI

Bupati Hj menyampaikan apresiasi saat panen benih nila di BBI Malahayu, Senin (29/12/2025). Ia menegaskan optimalisasi balai ini sebagai komitmen serius pemkab.

iklan

“Optimalisasi BBI bagian dari komitmen memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan,” kata Paramitha.

Peningkatan produksi juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target PAD 2024 sebesar Rp30 juta berhasil terlampaui. Tahun 2025, target naik menjadi Rp75 juta dengan realisasi November mencapai Rp49,83 juta.

Paramitha menjanjikan PAD tersebut dikembalikan untuk pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik. Tujuannya mewujudkan yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Langkah Strategis ke Depan

Meski produksi naik, kebutuhan benih ikan masih besar. Pemkab merencanakan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Langkah tersebut meliputi rehabilitasi kolam produksi, perbaikan sarana prasarana pendukung, dan peningkatan kapasitas berkelanjutan.

“Hari ini kita panen benih nila hitam nirwana ukuran 1-2 cm. Saya ajak semua pihak bersinergi membangun ekonomi masyarakat melalui pengembangan perikanan berkelanjutan,” ujar Paramitha.

Kurangi Ketergantungan Benih dari Luar

Kepala Dinas Perikanan Drs Eko Supriyanto MSi menyebut BBI Malahayu sebagai aset strategis yang harus dioptimalkan. Tujuannya agar petani budidaya ikan lokal tak bergantung pasokan dari luar daerah.

“BBI Malahayu aset pemkab yang harus kita kuatkan pengelolaannya secara optimal. Tujuannya mendukung pemenuhan kebutuhan petani budidaya ikan kita sendiri,” kata Eko.

Optimalisasi BBI juga diselaraskan dengan program nasional ketahanan pangan dan MBG. Di 2026, balai ini ditargetkan tumbuh maksimal, tak hanya menyediakan ikan segar tapi juga merambah usaha perikanan dan ikan olahan.

Rencana Diversifikasi Komoditas

Saat ini BBI Malahayu fokus pembenihan nila. Namun Dinas Perikanan telah menyusun roadmap mengembalikan kejayaan balai dengan menambah varietas komoditas 2026.

“Ke depan kita kembali ke asal. Kita siapkan pembibitan lele, patin, dan komoditas unggulan lain yang dulu pernah berjaya,” jelas Eko.

BBI Malahayu memiliki lahan 3,8 hektare dengan 14 kolam besar, terdiri dari kolam permanen, non-permanen, dan kolam tanah. Namun pemanfaatan lahan belum mencapai 100 persen karena keterbatasan stok bibit dan kondisi beberapa kolam perlu perbaikan.

Ajakan Manfaatkan Fasilitas Lokal

Eko mengajak pembudidaya ikan memanfaatkan fasilitas daerah sendiri. Ia menjamin kualitas benih BBI Malahayu berstandar tinggi dan bersertifikat.

“Harapan kami, launching ini menggugah kesadaran masyarakat bahwa punya balai benih ikan luar biasa. Tidak perlu jauh-jauh beli ke luar daerah,” tegasnya.

Kegiatan panen benih nila tersebut dihadiri anggota DPRD , Asisten Sekda, sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa, dan tamu undangan lainnya.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P