Portal Pantura, Brebes – Akses air bersih yang selama ini menjadi kendala utama bagi peternak kambing di Dukuh Cikuya, Desa Banjarharjo, kini mulai teratasi. Program TNI Manunggal Air yang digagas TNI Angkatan Darat memberikan solusi nyata bagi warga, khususnya kelompok tani ternak setempat, dalam memenuhi kebutuhan air untuk usaha peternakan.
Salah satu penerima manfaat adalah Tasrim (55), peternak kambing yang telah bertahun-tahun menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kandangnya. Sebelum adanya fasilitas tersebut, ia harus mengangkut air menggunakan sepeda motor dari rumah ke kandang yang berjarak cukup jauh. Aktivitas itu dilakukan setiap hari dan menyita waktu serta tenaga.
“Dulu harus bolak-balik bawa jeriken pakai motor. Selain capek, waktu juga habis di jalan. Sekarang air sudah mengalir langsung ke kandang, jauh lebih ringan,” ujar Tasrim saat ditemui di lokasi kandangnya, Sabtu (21/2/2026).
Kunjungan monitoring dilakukan oleh Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serda Djoko Santoso. Ia memastikan sarana yang telah dibangun berfungsi optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pengawasan berkala penting agar program tidak berhenti pada tahap pembangunan, tetapi juga berkelanjutan dalam pemanfaatannya.
Serda Djoko menjelaskan, kemudahan akses air berdampak langsung pada produktivitas peternak. Dengan ketersediaan air yang memadai, peternak dapat lebih fokus pada perawatan dan pengembangan ternak, tanpa harus terbebani persoalan distribusi air.
“Air merupakan kebutuhan mendasar dalam peternakan. Jika aksesnya mudah, maka kesehatan dan pertumbuhan ternak juga lebih terjamin. Ini secara tidak langsung mendukung ketahanan pangan di tingkat desa,” ujarnya.
Program TNI Manunggal Air merupakan bagian dari inisiatif sosial TNI AD untuk membantu masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan air bersih. Sasaran program tidak hanya rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian dan peternakan yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Di Desa Banjarharjo, persoalan air selama ini menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim kemarau. Keterbatasan sumber air memengaruhi aktivitas ekonomi warga, termasuk usaha peternakan kambing yang menjadi salah satu mata pencaharian utama di Dukuh Cikuya.
Dengan adanya fasilitas penyaluran air tersebut, anggota kelompok tani ternak kambing setempat mengaku lebih optimistis dalam mengembangkan usaha. Ketersediaan air yang stabil memungkinkan mereka menjaga kebersihan kandang, memenuhi kebutuhan minum ternak, hingga mendukung proses pengolahan pakan.
Tasrim menilai kehadiran TNI di tengah masyarakat melalui program ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kesulitan warga. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah yang mengalami persoalan serupa.
Program TNI Manunggal Air juga dinilai sejalan dengan upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui pendekatan teritorial, aparat kewilayahan dapat mengidentifikasi kebutuhan riil masyarakat dan memberikan solusi yang tepat sasaran.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman krisis air di sejumlah daerah, kolaborasi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sumber daya air. Keberadaan infrastruktur air bersih yang memadai diharapkan tidak hanya membantu aktivitas peternakan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup warga secara keseluruhan.
Bagi Tasrim dan peternak lainnya di Dukuh Cikuya, aliran air yang kini mengalir ke kandang bukan sekadar fasilitas, melainkan harapan baru untuk keberlanjutan usaha dan kesejahteraan keluarga.***

