Portal Pantura, Brebes – Kawasan pesisir Brebes yang selama ini bergulat dengan abrasi kini mendapat dukungan langsung dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat turun langsung menanam mangrove di pesisir Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Jumat (3/7/2026).
Kehadiran menteri ini menjadi bagian dari Gerakan Brebes ASRI, sebuah gerakan yang digagas Pemkab Brebes untuk mempercepat pemulihan ekosistem pesisir sekaligus menekan laju abrasi yang kian mengkhawatirkan.
Apel Bersama, Lalu Tanam Serentak
Rangkaian kegiatan diawali apel bersama di lokasi, sebelum peserta bergerak menuju garis pantai untuk menanam mangrove secara serentak. Turut hadir Wakil Bupati Brebes Wurja, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, komunitas lingkungan, pelajar, hingga masyarakat pesisir setempat.
Wurja menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri LH sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap upaya pelestarian lingkungan di Brebes.
“Hari ini kita menanam 2.045 bibit mangrove. Kegiatan ini sederhana, tetapi sangat berarti karena dilaksanakan di salah satu wilayah yang saat ini menghadapi tekanan cukup berat akibat abrasi,” ujarnya.
Abrasi Ribuan Hektare Ancam Pesisir Brebes
Panjang garis pantai Kabupaten Brebes tercatat mencapai sekitar 63,63 kilometer. Randusanga Kulon menjadi salah satu titik dengan ancaman abrasi paling serius, dengan luas kerusakan mencapai sekitar 1.068 hektare dan sedimentasi sekitar 258 hektare.
Kondisi tak kalah berat terjadi di Kaliwlingi, dengan abrasi sekitar 1.200 hektare berbanding akresi sekitar 480 hektare.
Selain itu, kawasan Muara Pemali Brebes berstatus Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) mangrove seluas kurang lebih 3.050 hektare. Kawasan ini punya peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menahan abrasi, dan menopang kehidupan warga pesisir.
Hingga kini, total penanaman mangrove di Brebes sudah mencapai sekitar 578 hektare atau lebih dari 5,6 juta batang — hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Bagian dari Gerakan Global Selamatkan Bumi
Menteri Jumhur menegaskan, penanaman mangrove bukan sekadar aksi lokal, melainkan bagian dari upaya global memulihkan bumi dari dampak perubahan iklim.
“Kita bersatu di tempat ini dalam rangka memuliakan bumi. Sekarang dunia resah karena bumi semakin panas dan emisi semakin banyak,” katanya.
Ia memaparkan, dari sekitar 4,3 juta hektare kawasan mangrove nasional, sekitar 30 persen atau hampir 800 ribu hektare dalam kondisi rusak dan butuh rehabilitasi segera. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk bergotong royong melakukan penghijauan.
Ingatkan Bahaya Sampah Terbuka
Di luar isu abrasi, Menteri Jumhur juga menyinggung persoalan sampah, khususnya bahaya tempat pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang berisiko memicu kebakaran akibat gas metana — apalagi menjelang musim kemarau panjang.
Ia meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan dan memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara aman agar tidak memunculkan bencana lingkungan baru.
Selain mangrove, upaya perlindungan pesisir menurutnya juga perlu didukung kebijakan lain, seperti konservasi air tanah, pembuatan biopori, dan penanaman pohon di kawasan perkotaan.
Harapan Jangka Panjang untuk Pesisir Brebes
Lewat Gerakan Brebes ASRI, Pemkab Brebes berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan begitu, rehabilitasi kawasan pesisir diharapkan mampu menekan abrasi, mengurangi dampak banjir rob, serta menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove bagi generasi mendatang.***

