TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Remaja Tenggelam di Sungai Sigeleng Brebes, Ditemukan Meninggal Dunia

×

Remaja Tenggelam di Sungai Sigeleng Brebes, Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Remaja Tenggelam di Sungai Sigeleng Brebes, Ditemukan Meninggal Dunia
Ilustrasi tenggelam.(Portal Pantura/AI Generator)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – Warga Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan , mendadak digemparkan oleh penemuan jasad seorang remaja yang tenggelam di Sungai Sigeleng, Sabtu 18 Januari 2025. Korban diketahui bernama Hidayatullah, seorang pelajar kelas 8 di MTS Ma’arif, yang tenggelam saat berenang bersama empat temannya.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB, ketika korban bersama teman-temannya memutuskan berenang di Sungai Sigeleng yang berarus deras. Mereka memilih lokasi di sekitar jembatan penghubung antara Kelurahan Limbangan Wetan dan Limbangan Kulon, dekat Musala Langgar Dadung. Sungai tersebut diketahui penuh dengan sampah dan tumbuhan eceng gondok, sehingga kondisinya cukup berbahaya.

Menurut keterangan saksi mata, korban tampak kesulitan melawan arus deras sungai. Saat mencoba naik ke tepi, ia diduga kelelahan dan akhirnya terseret arus. “Korban terlihat tidak sanggup berenang ke tepian karena arus sangat kuat. Teman-temannya langsung berteriak meminta tolong,” ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.

iklan

Lurah Limbangan Wetan, Akhmad Nuryanto, membenarkan insiden tragis ini. Ia menjelaskan bahwa korban adalah anak dari pasangan Tosa dan Tarsini, warga RT 5 RW 5 Kelurahan Limbangan Wetan. “Korban dilaporkan tenggelam sekitar pukul 12.00 WIB. Tim SAR gabungan segera melakukan pencarian setelah menerima laporan,” kata Nuryanto.

Tim SAR yang terdiri dari BPBD , relawan, TNI, dan Polri melakukan penyisiran di sepanjang Sungai Sigeleng. Pencarian dilakukan dari lokasi tenggelam ke arah utara dengan radius hingga 500 meter. Setelah hampir tiga jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 14.45 WIB dalam kondisi tidak bernyawa. Jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal tenggelamnya.

Kapolsek , AKP Prapto, mengungkapkan bahwa jasad korban langsung dibawa ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban meninggal dunia diduga karena kehabisan oksigen akibat tenggelam,” jelas Prapto.

Sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah korban tiba di rumah duka menggunakan ambulans RSUD . Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan segera mempersiapkan proses pemakaman. Jenazah dimakamkan pada hari yang sama sesuai dengan syariat Islam.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan ketika arus sungai cenderung deras. Lurah Limbangan Wetan juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat bermain di tempat berbahaya seperti sungai.

“Kami berharap warga lebih berhati-hati dan selalu mempertimbangkan keselamatan. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tambah Nuryanto.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat setempat. Sungai Sigeleng, yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, justru menjadi saksi bisu dari kehilangan seorang remaja yang masih memiliki masa depan panjang.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P