Resepsi kenegaraan tidak hanya berisi sambutan resmi, tetapi juga diselingi penampilan seni dari pelajar. Siswa SMA Negeri 1 Bumiayu membawakan puisi beruntun yang mendapat sambutan hangat tamu undangan.
Selain itu, siswa SD Negeri 3 Kalierang menampilkan tari tradisional berjudul Niti Erang. Tarian ini mengisahkan sejarah Desa Kalierang, sekaligus menjadi upaya melestarikan budaya lokal di tengah masyarakat modern.
“Penampilan anak-anak sekolah menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya,” ujar salah satu panitia.
Karnaval Jadi Sorotan
Dari seluruh rangkaian kegiatan HUT RI di Bumiayu, karnaval budaya menjadi acara paling meriah dan dinantikan masyarakat. Ribuan warga tumpah ruah memenuhi jalan untuk menyaksikan arak-arakan peserta karnaval dengan beragam kostum dan atraksi.
Karnaval ini tidak hanya menampilkan kreativitas warga, tetapi juga menjadi ruang kritik sosial melalui seni pertunjukan. Tidak heran jika acara tersebut selalu menjadi magnet utama setiap peringatan HUT RI di Bumiayu.
Dengan berakhirnya resepsi kenegaraan ini, rangkaian HUT ke-80 RI di Kecamatan Bumiayu resmi ditutup. Panitia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat.***
Seorang nelayan wanita sedang menjemur ikan di kawasan pesisir Kabupaten Brebes untuk menjaga kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. (Foto: Humas Dinkominfotik Brebes)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/11/Nelayan-Wanita-Menjemur-Ikan.jpg" />
