Portal Pantura, Brebes – Upaya meningkatkan kualitas kebijakan publik melalui pendekatan budaya dan seni tradisional terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sururul Fuad, Lc., M.E.I., yang menggandeng komunitas seni Islam di Kabupaten Brebes.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP BU NU Bumiayu, Kabupaten Brebes, pada Ahad (21/6/2026) tersebut dihadiri jajaran pengurus dan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Brebes, Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI Bumiayu, serta Dewan Pimpinan Kelurahan (Depkel) LASQI dari berbagai wilayah di Kecamatan Bumiayu.
Dalam kesempatan tersebut, Sururul Fuad menyampaikan pentingnya melibatkan komunitas seni dan budaya dalam proses pembangunan serta penyebarluasan informasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, media tradisional seperti seni qasidah memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain menjadi sarana hiburan dan pelestarian budaya Islam, seni qasidah juga dapat menjadi media edukasi yang efektif untuk menyampaikan berbagai program dan kebijakan pemerintah.
“Kegiatan reses ini merupakan bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Kami ingin mendengarkan berbagai masukan, kebutuhan, dan harapan masyarakat, termasuk dari komunitas seni qasidah yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan sosial dan budaya,” ujarnya.
Ketua DPD LASQI Kabupaten Brebes, Sartono, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni menjadi langkah positif dalam memperkuat peran seni qasidah di tengah perkembangan zaman.
Menurut Sartono, LASQI tidak hanya berfokus pada pengembangan seni dan budaya Islam, tetapi juga berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat.
“Kami berharap perhatian pemerintah terhadap komunitas seni qasidah semakin meningkat. Melalui kegiatan seperti ini, para pelaku seni dapat menyampaikan aspirasi sekaligus berkontribusi dalam mendukung berbagai program pembangunan,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pengembangan seni qasidah, pembinaan generasi muda, hingga dukungan pemerintah terhadap pelestarian seni budaya Islam.
Salah satu peserta dari Depkel Penggarutan, Mardiana, yang hadir bersama grup qasidahnya dengan tampilan kostum yang menarik, mengaku mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai forum reses menjadi ruang yang tepat bagi pelaku seni untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Kami merasa diperhatikan dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan komunitas qasidah. Semoga ke depan ada lebih banyak program yang mendukung pengembangan seni qasidah di Kabupaten Brebes,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, legislatif, dan komunitas seni dalam membangun masyarakat yang religius, berbudaya, dan berdaya saing.
Kolaborasi antara pemerintah dan LASQI juga diharapkan mampu memperkuat eksistensi seni qasidah sebagai media tradisional yang tidak hanya melestarikan budaya Islam, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menyosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas.***

