Portal Pantura, Pemalang – Upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis pesantren terus digalakkan melalui penguatan keterampilan digital bagi para santri. Hal itu terlihat dalam kegiatan Pelatihan Digital Branding: Mabit Cuan Ramadan yang digelar di Pondok Pesantren Nihadlul Qulub, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan yang digagas oleh Digital Axis dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI ini diikuti oleh 25 santri putra dan putri dari berbagai daerah di Indonesia. Pelatihan berlangsung selama setengah bulan, mulai 23 Februari hingga 9 Maret 2026 atau bertepatan dengan 5–19 Ramadan 1447 Hijriah.
Selama program berlangsung, para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan sebagaimana tradisi pesantren pada umumnya, tetapi juga mendapatkan pembekalan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif saat ini.
Pengasuh Pondok Pesantren Nihadlul Qulub, Ali Sobirin El-Muannatsy, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali santri agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
Menurutnya, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman nilai dan etika agar pemanfaatannya tetap membawa manfaat bagi masyarakat.
“Teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia berkembang, bukan justru mengendalikan manusia. Santri harus mampu memanfaatkan teknologi untuk dakwah sekaligus pemberdayaan ekonomi,” ujarnya dalam salah satu sesi pelatihan.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, hingga luar Pulau Jawa seperti Riau dan Papua. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah pondok pesantren dan madrasah, di antaranya dari Tegal, Wonosobo, Jombang, Cirebon, hingga Pemalang.
Keberagaman latar belakang daerah tersebut menciptakan suasana belajar yang dinamis. Para santri tidak hanya memperoleh materi dari pemateri, tetapi juga bertukar pengalaman dan gagasan terkait potensi ekonomi digital di daerah masing-masing.
Dalam sesi pelatihan, para santri dibekali berbagai keterampilan praktis. Salah satunya adalah desain grafis menggunakan platform Canva yang disampaikan oleh praktisi desain grafis asal Tegal, Hendri Lisdiyant. Materi ini difokuskan pada pembuatan konten visual yang menarik untuk media sosial maupun promosi produk.
Selain itu, pelatihan videografi juga diberikan oleh praktisi asal Pekalongan, M. Ulinnuha Iskandar. Ia mengajarkan teknik penyuntingan video menggunakan aplikasi CapCut agar para santri mampu menghasilkan konten video pendek yang komunikatif dan kreatif.

