Materi lain yang tak kalah penting adalah fotografi produk yang dibawakan oleh fotografer asal Pemalang, Array. Dalam sesi ini, para peserta diajarkan teknik dasar pengambilan gambar produk menggunakan kamera ponsel agar tampilan produk lebih profesional ketika dipasarkan secara daring.
Memasuki aspek monetisasi digital, Amirrul Ja’far Maulana dari Purbalingga memaparkan peluang ekonomi melalui program afiliasi di platform TikTok. Ia menjelaskan bagaimana konten kreator dapat memperoleh penghasilan dari promosi produk secara transparan dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Lutfi Maulana memberikan materi mengenai manajemen toko daring berbasis sistem dropship. Sistem ini memungkinkan seseorang menjalankan bisnis tanpa harus memiliki stok barang secara langsung.
Untuk memperkuat visibilitas konten di internet, M. Kushaeri juga memberikan pembekalan mengenai manajemen kata kunci atau keyword agar konten yang dibuat lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari maupun media sosial.
Di tengah materi teknologi tersebut, kegiatan keagamaan tetap menjadi bagian penting dari program pelatihan. Kajian kitab tafsir Tafsir Jalalain dipandu oleh Kyai Khozin, sementara pembelajaran fiqih dasar melalui kitab Mabadi’ul Fiqhiyyah dibimbing oleh Kyai Ma’nawi Romdlon.
Pendalaman ilmu agama ini menjadi landasan agar para santri memahami prinsip-prinsip syariah, khususnya dalam praktik ekonomi digital dan transaksi daring.
Melalui kegiatan ini, Baznas RI juga mendorong pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas generasi muda.
Para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan memanfaatkan keterampilan digital untuk pengembangan usaha mikro, dakwah digital, maupun promosi potensi daerah.
Program pelatihan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat berperan sebagai ruang pengembangan keterampilan modern yang relevan dengan tantangan zaman.
Dengan bekal pemahaman agama yang kuat serta kemampuan digital yang memadai, para santri diharapkan mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang beretika dan berkelanjutan.

