Portal Pantura, Brebes – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 dari Kodim 0713/Brebes untuk memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, para prajurit juga membangun kedekatan spiritual melalui pelaksanaan shalat Tarawih berjamaah bersama warga.
Kegiatan ibadah tersebut dilaksanakan di Mushola Riyadhul Huda, Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, Senin (23/02/2026) malam. Sejumlah personel Satgas TMMD tampak berbaur dengan warga, mengikuti rangkaian shalat Isya, Tarawih hingga Witir dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat pada bulan Ramadhan menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Di sela-sela tugas pembangunan fisik yang dikerjakan sejak pagi hingga sore hari, para anggota Satgas tetap menyempatkan diri untuk menjalankan kewajiban ibadah sekaligus menjalin komunikasi sosial dengan warga setempat.
Salah satu anggota Satgas, Pratu Rifqi Ramadhani, mengatakan bahwa kegiatan keagamaan bersama masyarakat merupakan bagian dari pendekatan teritorial yang humanis. Menurutnya, interaksi di luar kegiatan pembangunan fisik sangat penting untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan.
“Ibadah berjamaah seperti ini bukan hanya kewajiban sebagai umat Muslim, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang efektif. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa keberadaan TNI di desa ini bukan sekadar menjalankan program, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial mereka,” ujarnya usai pelaksanaan Tarawih.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam percepatan pembangunan desa. Di Desa Cikuya, sejumlah sasaran fisik tengah dikerjakan, mulai dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur hingga fasilitas penunjang kebutuhan warga. Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik seperti penyuluhan dan pembinaan masyarakat.
Tokoh agama dan jamaah Mushola Riyadhul Huda menyambut positif kehadiran Satgas dalam kegiatan ibadah tersebut. Warga menilai, keterlibatan prajurit dalam aktivitas keagamaan mencerminkan kedekatan emosional yang tulus, bukan sekadar hubungan formal antara aparat dan masyarakat.
Suasana kebersamaan terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Usai shalat, beberapa prajurit tampak berbincang santai dengan warga, membahas perkembangan pembangunan sekaligus bertukar cerita seputar aktivitas sehari-hari di desa.
Pendekatan persuasif dan humanis seperti ini dinilai mampu menciptakan suasana kondusif selama pelaksanaan program TMMD berlangsung. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran setiap tahapan pekerjaan, terutama di lokasi sasaran yang membutuhkan partisipasi aktif warga.
Melalui kegiatan Tarawih berjamaah ini, Satgas TMMD Reguler ke-127 tidak hanya menunjukkan komitmen dalam pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat fondasi sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi semangat TMMD diharapkan terus terjaga hingga seluruh rangkaian program selesai dilaksanakan.
Dengan sinergi yang terjalin erat antara TNI dan warga, pembangunan di Desa Cikuya diharapkan berjalan optimal serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat setempat.***

