Di Desa Cikuya, pelaksanaan TMMD ke-127 mendapat respons positif dari warga. Partisipasi masyarakat terlihat tidak hanya dalam gotong royong pembangunan, tetapi juga dalam dukungan logistik dan kebutuhan harian Satgas.
Kebersamaan saat berbuka puasa itu menjadi potret kecil dari tujuan besar TMMD: memperkuat kemitraan antara TNI dan masyarakat. Di balik dentingan sendok dan obrolan ringan menjelang Maghrib, terbangun rasa saling percaya yang menjadi fondasi utama keberhasilan program.
Di bulan Ramadan, nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terasa semakin kuat. Apa yang dilakukan Ibu Ro’ah membuktikan bahwa kontribusi masyarakat tak selalu berbentuk tenaga di lapangan. Dari dapur rumahnya, ia turut menjadi bagian dari upaya membangun desa.
Bagi para prajurit, cita rasa rumahan itu bukan hanya soal makanan, melainkan simbol perhatian dan dukungan. Sebuah pengingat bahwa di setiap tugas pengabdian, selalu ada masyarakat yang berdiri bersama mereka.***
Tim Redaksi
