Portal Pantura – Suara langkah kaki terdengar bersahut-sahutan di Gedung PMI Kabupaten Tegal pagi itu. bahkan Aroma antiseptik bercampur semangat kemanusiaan memenuhi udara.
Bukan sekadar kerumunan ini adalah barisan para pahlawan tanpa tanda jasa yang datang dengan satu tujuan yakni menyelamatkan nyawa dengan setetes darah.
Tepat di Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal memimpin sebuah aksi luar biasa.
Ratusan warga, dari remaja hingga orang tua, berbondong-bondong ikut serta dalam donor darah massal. Mereka datang bukan karena kewajiban, tapi karena hati mereka terpanggil.
dr. Vega Hapsari, Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Tegal saat dikonfirmasi pada Sabtu 14 Juni 2025 diruang kerjanya menyampaikan bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya rutinitas sosial.
Tapi bagi dr. Vega, hal ini justru berbeda yakni Donor Darah merupakan perjuangan melawan waktu, melawan kematian.
“Kami tidak hanya mengumpulkan kantong darah. Kami mengumpulkan harapan,” kata dr. Vega dengan mata yang menyala penuh keyakinan
Selanjutnya, Ia juga menerangkan bila selama ini bersama dengan PMI Kabupaten Tegal tak berhenti mensosialisasikan untuk mengajak masyarakat melakukan Donor Darah.
“Kami telah lakukan jauh jauh hari, dan secara terus menerus melalui berbagai cara yakni menggunakan platfrom media sosial seperti, Facebook, Twitter hingga Instagram” jelas dr Vega.
Memang tidak dipungkiri, saban hari, UDD PMI Tegal menerima permintaan darah dari rumah sakit di seluruh penjuru wilayah.
Bayi yang membutuhkan transfusi, korban kecelakaan, ibu yang melahirkan dengan komplikasi berpacu dengan waktu. Dan setiap kantong darah bisa jadi pemisah antara hidup dan mati.
Hari itu, darah mengalir. Tapi bukan sekadar darah melainkan solidaritas, kemanusiaan, dan cinta.
Salah satu pendonor muda asal Kabupaten Tegal, Fajar, mahasiswa tingkat akhir di Tegal sempat ragu datang.
“Awalnya takut jarum. Tapi begitu tahu satu kantong bisa nyelametin tiga nyawa, saya enggak bisa tinggal diam,” ujarnya, sambil tersenyum bangga menyumbangkan darah untuk pertama kalinya.
Bersama denting peralatan medis dan aliran darah ke kantong plastik steril, mengalirlah juga semangat baru bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan tanpa senjata, tanpa pangkat. Cukup dengan lengan yang rela ditusuk demi kehidupan orang lain.
PMI Kabupaten Tegal hari ini bukan sekadar memperingati Hari Donor Darah Sedunia. tapi PMI Kabupaten Tegal hari ini memberi teladan, bahwa setetes darah jadi secercah cahaya di ujung gelapnya kehidupan seseorang.***

