Portal Pantura, Tegal – Pawai Kirab Budaya yang digelar di Jalan Pancasila, Alun-Alun Kota Tegal, Minggu (15/2/2026), berubah menjadi ajang konsolidasi akbar Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ribuan kader dan simpatisan memadati pusat kota, menghadirkan perpaduan antara perayaan budaya dan demonstrasi kekuatan politik partai berlambang Gajah (merah-hitam) tersebut.
Di antara rombongan yang hadir, sekitar 100 kader Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PSI Kecamatan Bantarkawung tampil mencolok. Mereka datang secara kolektif dengan mengerahkan enam unit armada elf, menunjukkan antusiasme sekaligus kekompakan struktur partai di tingkat kecamatan.
Ketua DPC PSI Kecamatan Bantarkawung, Aang Siswanto yang akrab disapa bang Anto, menegaskan partisipasi tersebut bukan sekadar kehadiran seremonial. Menurutnya, keikutsertaan ratusan kader menjadi wujud nyata soliditas dan komitmen untuk membesarkan partai.
“Ini bentuk kesolidan kami. Kami bergerak demi PSI yang lebih baik,” ujar Anto di sela kegiatan.
Kirab budaya berlangsung meriah dengan iringan seni tradisional, tarian daerah, serta atraksi musik yang mengundang perhatian warga. Ribuan masyarakat tampak memadati alun-alun untuk menyaksikan arak-arakan. Suasana pesta rakyat terasa kental, dengan warna-warni kostum adat dan ornamen budaya yang mendominasi sepanjang rute kirab.
Sorotan publik semakin menguat saat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, hadir di lokasi bersama Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Kehadiran dua tokoh nasional itu memicu antusiasme warga yang ingin melihat langsung dari dekat. Sejumlah peserta bahkan berdesakan di tepi jalan untuk mengabadikan momen tersebut.
Kaesang tampil dengan gaya unik, menaiki replika gajah berwarna hitam berkepala merah yang menjadi simbol keberanian dan kekuatan. Aksi tersebut memantik perhatian sekaligus mempertegas pesan simbolik bahwa PSI berupaya tampil berbeda dalam pendekatan politiknya.
Partisipasi besar juga datang dari DPD PSI Brebes. Struktur partai di tingkat kabupaten itu mengerahkan 51 bus besar, 11 kendaraan elf, serta delapan mobil terbuka jenis L300 untuk mengangkut kader dari berbagai kecamatan. Kehadiran rombongan dalam jumlah besar itu memperlihatkan kesiapan mesin partai di wilayah Pantura Barat Jawa Tengah.
Ketua DPD PSI Brebes, Darwanto—akrab disapa Wawan—turut menjadi pusat perhatian. Ia mengenakan pakaian adat Jawa bernuansa cokelat sambil mengayuh becak mengelilingi alun-alun. Aksi tersebut ditafsirkan sebagai simbol kedekatan dengan rakyat kecil sekaligus penghormatan terhadap budaya lokal.
“Kami tidak main-main. Puluhan bus ini adalah bukti soliditas kami. Kami siap menyongsong kedatangan Mas Kaesang dan Pak Jokowi serta membuktikan bahwa wilayah ini adalah basis konstituen utama partai PSI,” tegas Wawan.
Kehadiran kader dari berbagai daerah, termasuk Bantarkawung, menunjukkan bahwa kirab budaya ini juga dimanfaatkan sebagai momentum konsolidasi internal. Selain mempererat hubungan antarstruktur partai, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat identitas PSI sebagai partai yang mengusung pendekatan kultural dalam membangun basis dukungan.
Bagi DPC PSI Kecamatan Bantarkawung, keberangkatan 100 kader dengan enam armada elf bukan hanya soal jumlah, tetapi juga pesan organisasi. Langkah itu menandakan kesiapan kader di tingkat akar rumput untuk bergerak bersama, menyelaraskan agenda partai dengan dinamika politik nasional.
Kirab Budaya Tegal pada akhirnya bukan sekadar perayaan tradisi. Di balik kemeriahan seni dan budaya, tersirat strategi politik yang menekankan kedekatan dengan masyarakat serta penguatan jaringan kader. Dengan kehadiran tokoh nasional dan mobilisasi kader dalam jumlah besar, PSI menegaskan posisinya sebagai partai yang tengah membangun konsolidasi serius di Jawa Tengah, sekaligus meneguhkan basis dukungan menuju agenda politik mendatang.***

