Portal Pantura, Brebes – RSUD Bumiayu resmi merampungkan seluruh rangkaian kegiatan survei akreditasi rumah sakit yang dinilai langsung oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP).
Pelaksanaan asesmen mutu ini berlangsung secara hibrida, yakni daring pada 27 Oktober dan dilanjutkan secara luring pada 30 hingga 31 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan penting tersebut ditutup secara resmi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Acara penutupan dihadiri langsung oleh jajaran manajemen serta para tenaga kesehatan di lingkungan RSUD Bumiayu.
Penilaian menyeluruh ini dipimpin oleh tim surveior profesional yang terdiri atas dr. Imam Prasetyo, M.Kes., FISQua, C.Med., Sp.Kes., dan dr. Junaedi Wibawa, M.Si.Med., Sp.PK.
Keduanya secara mendalam memeriksa berbagai aspek pelayanan dan pemenuhan standar mutu rumah sakit.
Apresiasi Manajemen RSUD Bumiayu
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Bumiayu, dr. Hero Irawan, diwakili oleh Plt. Kepala Bagian Tata Usaha, Muhammad Silahudin, S.Kep.Ners., M.Kep., menyampaikan apresiasi tinggi.
Pihak manajemen berterima kasih kepada tim surveior atas arahan serta masukan konstruktif selama proses penilaian berlangsung.
Menurut Silahudin, survei akreditasi merupakan elemen vital untuk memastikan operasional rumah sakit berjalan sesuai standar.
Langkah ini juga sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan serta keselamatan pasien secara berkelanjutan.
Penekanan Mutu dan Keselamatan Pasien
Dalam pemaparan hasil akhirnya, tim surveior menekankan bahwa akreditasi bukan sekadar formalitas administratif belaka.
Penilaian ini merupakan komitmen jangka panjang untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.
Penerapan seluruh aspek standar tersebut mendukung terciptanya layanan kesehatan yang komprehensif.
Selain itu, pelayanan yang diberikan juga harus senantiasa aman dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Evaluasi 16 Kelompok Persyaratan Penilaian
Proses akreditasi ini mencakup pemenuhan 16 kelompok persyaratan penilaian yang sangat ketat.
Fokus utamanya terletak pada implementasi standar secara menyeluruh dan konsisten di setiap unit pelayanan rumah sakit.
Silahudin mengungkapkan bahwa tim surveior turut memberikan sejumlah catatan dan temuan penting.
Berbagai temuan tersebut langsung menjadi bahan evaluasi krusial bagi manajemen untuk perbaikan sistem pelayanan ke depan.
Momentum Pembenahan Berkelanjutan
Akreditasi rumah sakit rutin diselenggarakan secara berkala sebagai tolok ukur konsistensi mutu.
Rumah sakit dituntut adaptif dalam menjaga keselamatan pasien serta menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Melalui asesmen ini, RSUD Bumiayu mempertegas komitmennya untuk menjadikan setiap masukan sebagai fondasi penguatan layanan.
Seluruh kritik dan saran akan langsung ditindaklanjuti demi perbaikan kualitas di lapangan.
Menatap Masa Depan Layanan Kesehatan
Pihak manajemen menegaskan bahwa penutupan survei bukanlah akhir dari perjalanan mutu.
Sebaliknya, momen ini menjadi titik awal bagi RSUD Bumiayu untuk terus berbenah secara progresif.
“Penutupan survei bukan menjadi akhir dari proses peningkatan kualitas, melainkan momentum bagi RSUD Bumiayu untuk terus berbenah, meningkat mutu, dan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat atau kepuasan pasien,” pungkas Silahudin.***

