Portal Pantura – Pergerakan tanah dan banjir melanda kawasan Tanjakan Duren – Bukit atau Gunung Genteng (Tanjakan Clirit), Desa Kalibakung, setelah diguyur hujan deras pada malam hari.
Akibatnya, Rabu 11 Febuari 2026 badan jalan dilaporkan ambles dan tertutup air hingga sekitar 30 sentimeter pada Rabu pagi (pukul 06.00 WIB).
Kepala Desa Kalibakung Mujiyono aaat ditemui menyebut pergerakan tanah terjadi pada malam hari saat curah hujan cukup tinggi.
Pagi harinya, kondisi jalan sudah terlihat mengalami penurunan dan tergenang air, sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
“Pagi sekitar jam enam sudah kelihatan jelas jalannya turun, air juga langsung mengalir deras ke bawah,” ujar Kepala Desa

Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan sungai di sekitar wilayah tersebut meluap. Luapan air disebut-sebut lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dampaknya tidak hanya merendam akses jalan, tetapi juga menjalar hingga ke area wisata Kalimus di sekitar aliran sungai.
Beberapa lahan pertanian dilaporkan terdampak, bahkan kolam atau keramba ikan di wisata Kalimus Desa Kalibakung pun ikut terbawa arus akibat debit air yang meningkat tajam.
Menurut keterangan warga, kejadian serupa memang pernah terjadi dalam siklus beberapa tahunan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dampaknya dirasakan semakin parah.
Tim Redaksi
