Portal Pantura, Tegal – Pagi itu, pada Rabu, 7 Mei 2025, suasana di Mapolres Tegal Kota terasa berbeda.
Bukan karena ada razia besar besaran bukan pula karena kedatangan pejabat tinggi, tapi karena perintah tidak biasa, tes urine mendadak.
Sebanyak 36 personel Polres Tegal Kota dari satuan Satresnarkoba, Satreskrim, Satlantas, Sektor Kawasan Pelabuhan diminta segera mengikuti pemeriksaan.
Satu per satu mereka dipanggil, didata, lalu diberikan botol plastik kecil sebuah simbol sederhana dari langkah besar yang sedang diambil institusi penegak hukum ini guna menjaga kebersihan, bukan hanya dari luar, tapi dari dalam.
Kapolres Tegal Kota melalui pejabat Kasi Propam, AKP Bambang Gatot Herwanto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen.
Bukan hanya slogan, tapi tindakan nyata untuk mencegah penyalahgunaan dalam narkoba di internal kepolisian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa tes urine narkoba juga dilakukan kepada anggota Polri. Ini bentuk tanggung jawab dan transparansi,” tegasnya
Ada kesadaran bahwa integritas aparat penegak hukum yang bukan sekadar kewajiban institusional, tapi fondasi kepercayaan publik.
Sebab kepercayaan tidak saja dibangun dalam sehari, melainkan dirawat dari tindakan-tindakan kecil yang konsisten.
Seperti tes urine yang tidak diberi tahu jadwalnya. dan pemeriksaan kerapian seragam serta pula kelengkapan surat identitas.
Hasilnya, semua personel yang diperiksa dinyatakan negatif. Tapi paling penting bukan hanya hasil, melainkan kesediaan untuk diperiksa.
Tes urine mendadak ini adalah satu dari tindakan itu. Sebuah alarm lembut yang berbunyi ke dalam, bukan karena ada kasus,.
Teapi agar tidak terjadi kasus. Sebuah upaya pencegahan yang, jika diterapkan luas dan berkala, bisa menjadi perisai moral dalam tubuh kepolisian.***

