Teknologi Irigasi yang Terintegrasi
Sistem irigasi yang dibangun di Desa Legok memanfaatkan teknologi distribusi air menggunakan pipa PVC dan HDP. Air dari sumber mata air utama dialirkan melalui pipa PVC berdiameter 6 inci ke bak transit, lalu didistribusikan ke tiga dusun: Bojong Merod, Legok, dan Mayana menggunakan pipa HDP berdiameter 4 inci. Dari sana, air dialirkan langsung ke sawah-sawah warga melalui pipa 2 inci menuju bak pembagi di tiap area.
Total cakupan pengairan meliputi 136 hektare lahan pertanian, terdiri dari:
Dusun Mayana: 46 hektare
- Dusun Legok: 30 hektare
-
Dusun Bojong Merod: 60 hektare
Sebelumnya, lahan-lahan ini sepenuhnya mengandalkan curah hujan musiman dan kerap gagal panen saat musim kemarau datang lebih cepat.
Harapan Baru dari Para Petani
Salah satu petani Desa Legok, Masnunah dari Kelompok Tani Mekar Mukti, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengatakan bahwa sistem irigasi ini telah mengubah cara hidup dan pola tanam warga.
“Dulu kami hanya bisa berharap pada hujan. Sekarang, air sudah mengalir. Kami bisa tanam lebih cepat dan lebih sering,” ungkap Masnunah penuh semangat.
Dengan irigasi yang telah menjangkau seluruh sawah di desa, para petani kini tak lagi dihantui kegagalan tanam akibat kekeringan. Selain itu, adanya akses air yang stabil juga membuka peluang diversifikasi komoditas pertanian yang bisa dikembangkan.

