“Pataka ini bukan sekadar simbol seremonial. Di dalamnya terkandung sejarah perjuangan, nilai pengabdian para pendahulu, kehormatan institusi sekaligus amanah yang harus kita pertanggungjawabkan kepada masyarakat,” kata Kapolda Jateng.
Sebagai pemimpin baru, Irjen Roy membawa tiga fokus utama dalam menjalankan tugasnya ke depan. Pertama, ia menjanjikan tindakan tegas terhadap kejahatan meresahkan seperti narkoba, judi, dan begal.
Kedua, polisi harus tetap bersikap humanis dalam melindungi kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Ketiga, aparat dituntut bergerak cepat merespons setiap aduan dari masyarakat luas.
“Kita harus bertindak tegas terhadap tindak pidana yang sangat meresahkan masyarakat. Kemudian kita harus humanis kepada kaum rentan, perempuan, disabilitas maupun mereka yang dianggap kaum lemah,” tegasnya.
“Dan kita harus bergerak cepat terhadap semua laporan atau pengaduan yang masyarakat sangat membutuhkan pertolongan,” pungkas Kapolda.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Irjen Roy meminta sinergi dari seluruh elemen di Jawa Tengah. Ia berharap kehadirannya bisa diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.
“Kami mohon dukungan dari seluruh Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh stakeholder. Mohon kami diterima sebagai warga Jawa Tengah dan sebagai Kapolda Jawa Tengah,” ujarnya.***
Tim Redaksi
Sumber Humas Polda Jateng via Humas Polres Brebes

