Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan non-fisik. Salah satunya diwujudkan melalui sosialisasi budidaya maggot di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jumat (27/02/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Brebes. Sosialisasi berlangsung di Balai Desa Cikuya dan diikuti perangkat desa, kelompok masyarakat, serta warga setempat yang antusias mempelajari teknik pengelolaan sampah organik.
Budidaya maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) diperkenalkan sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Brebes, Afwin, S.T., hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Afwin menjelaskan bahwa maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan efisien. Limbah dapur seperti sisa sayur, buah, dan makanan dapat dimanfaatkan sebagai media pakan larva, sehingga volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.
“Budidaya maggot memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi timbulan sampah organik, hasil panennya bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ternak ayam maupun ikan,” jelasnya di hadapan peserta.
Menurutnya, potensi ekonomi dari budidaya maggot cukup menjanjikan. Selain digunakan untuk kebutuhan pribadi, maggot juga memiliki pasar tersendiri di kalangan peternak dan pembudidaya ikan. Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan ini dapat menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.
Kepala Desa Cikuya, Sekod, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Satgas TMMD dan DLH Kabupaten Brebes. Ia menilai materi sosialisasi sangat relevan dengan kebutuhan desa, terutama dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.
“Kami berharap warga dapat mempraktikkan langsung ilmu yang diperoleh hari ini. Jika dikelola bersama melalui kelompok, budidaya maggot bisa menjadi program unggulan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai aspek, termasuk lingkungan dan ekonomi.
Ia menyebutkan, Satgas TMMD akan terus melakukan pendampingan agar program yang telah disosialisasikan tidak berhenti pada tahap teori. Keberlanjutan program dinilai menjadi kunci keberhasilan kegiatan non-fisik TMMD.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Sejumlah warga mengajukan pertanyaan seputar teknik pemeliharaan, siklus panen, hingga potensi pemasaran maggot. Antusiasme peserta menunjukkan adanya minat untuk mengembangkan budidaya ini secara mandiri.
Program sosialisasi budidaya maggot ini menjadi bagian dari komitmen TMMD Reguler ke-127 dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Brebes. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan solusi konkret atas persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Desa Cikuya diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang produktif dan berdaya saing.***

