Portal Pantura, Brebes – Program non-fisik dalam TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/Brebes menitikberatkan perhatian pada sektor kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilaksanakan di SD Negeri 01 Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Satgas TMMD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. Pemeriksaan kesehatan menyasar para siswa sekolah dasar sebagai langkah preventif untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit sejak usia dini.
Tim medis dari Puskesmas Banjarharjo diterjunkan langsung dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung indeks massa tubuh (IMT), serta edukasi terkait pola makan sehat dan gaya hidup aktif.
Ketua tim kesehatan, Nanadiana, S.Kep.Ners., menjelaskan bahwa skrining kesehatan anak menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular yang kini cenderung meningkat, termasuk di wilayah pedesaan.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi dan kurangnya aktivitas fisik berpotensi memicu masalah kesehatan seperti obesitas hingga hipertensi pada anak. Jika tidak terdeteksi lebih awal, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit kronis di usia produktif.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala. Program TMMD membantu kami menjangkau sekolah-sekolah di wilayah yang akses layanannya terbatas,” ujarnya di sela kegiatan.
Kehadiran aparat TNI dalam kegiatan tersebut turut memberikan dukungan moral. Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serka Sagiman, tampak mendampingi proses pemeriksaan dan membantu mengondisikan siswa agar tetap tertib.
Serka Sagiman menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program kesehatan merupakan bagian dari komitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah binaan. Menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Anak-anak adalah generasi penerus desa. Kesehatan mereka harus dijaga sejak sekarang agar mampu tumbuh dan berkembang secara optimal,” katanya.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Kepala sekolah menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan langsung di lingkungan sekolah memudahkan siswa memperoleh layanan yang mungkin tidak rutin mereka akses.
Tim Redaksi


