Program TMMD sendiri selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur desa. Namun dalam pelaksanaannya, aspek pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Kegiatan seperti pelatihan keterampilan dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian ekonomi warga.
Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti daun suji yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, warga diharapkan tidak terbebani modal besar untuk memulai usaha. Produk kerajinan berbasis bahan alami juga memiliki peluang pasar tersendiri, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap produk ramah lingkungan.
Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi unit usaha bersama atau kelompok usaha mikro di Desa Cikuya. Dukungan pemasaran melalui pameran desa, media sosial, hingga jejaring PKK dan Persit menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan.
Melalui pendekatan pemberdayaan seperti ini, TMMD ke-127 di Banjarharjo tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga menanamkan keterampilan dan optimisme ekonomi bagi masyarakat. Sinergi TNI, organisasi perempuan, dan warga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang produktif dan berdaya saing.***

