Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang digelar oleh K
odim 0713/Brebes membawa dampak langsung bagi petani di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes. Salah satu penerima manfaat adalah Suridi (70), petani pemilik lahan sawah seluas satu hektare yang selama ini terkendala akses jalan menuju area pertanian.
Perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD tahun ini. Infrastruktur tersebut selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga karena kondisinya rusak dan berlumpur, terutama saat musim hujan tiba. Jalan yang tidak memadai menyulitkan kendaraan pengangkut hasil panen menjangkau lahan persawahan.
Suridi menuturkan, sebelum adanya perbaikan, ia dan petani lain harus mengeluarkan tenaga dan biaya tambahan untuk memindahkan hasil panen dari sawah ke jalan utama. Tak jarang, hasil panen harus diangkut secara manual menggunakan gerobak atau dipikul secara bertahap karena kendaraan tidak bisa masuk.
“Sekarang kendaraan bisa mendekat ke sawah. Ini sangat membantu kami, terutama saat panen raya,” ujar Suridi saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, akses jalan yang lebih baik tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga berdampak pada efisiensi biaya produksi. Ongkos angkut menjadi lebih murah dan waktu distribusi hasil pertanian dapat dipangkas. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap nilai jual hasil panen karena komoditas bisa lebih cepat sampai ke pasar.
Program TMMD ke-127 melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat dalam pengerjaan proyek infrastruktur desa. Semangat gotong royong terlihat dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perataan badan jalan hingga pengerasan jalur yang sebelumnya sulit dilalui kendaraan roda empat.
Komandan Satuan Tugas TMMD menjelaskan, pembangunan infrastruktur pertanian menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan penguatan sektor pangan. Jalan usaha tani dinilai sebagai urat nadi distribusi hasil bumi, terutama di wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
“Perbaikan jalan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Desa Cikuya sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian di wilayah tersebut. Namun, keterbatasan sarana penunjang kerap menjadi hambatan dalam mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan adanya akses jalan yang lebih layak, petani kini memiliki harapan baru untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil pertanian.

