Selain sasaran fisik berupa pembangunan jalan, program TMMD juga biasanya diisi dengan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa.
Bagi Suridi, perubahan kondisi jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas kebutuhan mendasar petani. Di usianya yang menginjak 70 tahun, ia mengaku tidak lagi harus bersusah payah melewati jalan becek dan licin saat membawa hasil panen.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut agar pembangunan desa semakin merata. “Kami merasa diperhatikan. Jalan ini sangat penting bagi kami para petani,” katanya.
Kehadiran TMMD ke-127 di Desa Cikuya menjadi contoh kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan. Perbaikan Jalan Usaha Tani tidak hanya membuka akses fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi bagi warga setempat, sekaligus mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.***

