Pembangunan jalan yang tengah dikerjakan diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian ke pasar. Akses yang lebih baik diyakini dapat menekan biaya transportasi serta mempercepat waktu tempuh. Namun demikian, peningkatan infrastruktur perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dinas pertanian menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan pendampingan yang tepat, petani diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya modern yang lebih tahan terhadap serangan penyakit serta menghasilkan panen yang lebih stabil.
Bagi Anto dan petani lainnya, TMMD Reguler ke-127 bukan sekadar proyek pembangunan jalan desa. Lebih dari itu, program ini menjadi momentum untuk menyuarakan kebutuhan riil petani demi meningkatkan taraf hidup mereka.
Jika infrastruktur dan edukasi berjalan beriringan, Desa Cikuya berpeluang tidak hanya memiliki akses jalan yang layak, tetapi juga produksi jagung yang lebih berkualitas dan berdaya saing.***

