Portal Pantura, Brebes – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0713/Brebes di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, membawa perubahan nyata pada infrastruktur desa. Pembangunan jalan beton yang sebelumnya rusak dan berlumpur kini menjadi akses yang lebih layak, bersih, dan nyaman dilalui.
Dampak positif tersebut tidak hanya dirasakan warga Desa Cikuya. Para pedagang keliling yang setiap hari melintasi jalur itu juga mengakui adanya perbedaan signifikan setelah proyek TMMD berjalan.
Pada Selasa (24/2/2026), Carsum (49), pedagang mainan asal Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan, terlihat berhenti sejenak saat melintas di lokasi pembangunan. Ia menyempatkan diri menyampaikan apresiasi kepada salah satu anggota Satgas TMMD yang tengah bertugas di lapangan.
Menurut Carsum, kondisi jalan yang kini sudah dibeton membuat aktivitas berdagangnya lebih lancar. Ia mengaku sebelumnya harus ekstra hati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama saat musim hujan karena jalan kerap becek dan licin.
“Sekarang jalannya sudah bagus dan rapi. Tidak becek lagi, jadi lebih nyaman lewat sini,” ujarnya.
Sebagai pedagang keliling yang menggantungkan penghasilan dari mobilitas harian, akses jalan menjadi faktor penting dalam menunjang usahanya. Jalan yang layak tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan barang dagangan.
Perubahan di Desa Cikuya, lanjut Carsum, memunculkan harapan baru bagi dirinya. Ia berharap program serupa dapat direalisasikan di desa asalnya, Baros, yang menurutnya masih membutuhkan peningkatan infrastruktur, khususnya akses jalan lingkungan.
“Apa desa saya bisa juga dapat program seperti ini? Saya ingin sekali jalan di sana juga bagus seperti di Cikuya,” ungkapnya penuh harap.
Menanggapi aspirasi tersebut, anggota Satgas TMMD, Serda Djoko Santoso, menjelaskan bahwa program TMMD memang ditujukan untuk membantu percepatan pembangunan di desa-desa yang membutuhkan, dengan mempertimbangkan skala prioritas dan hasil koordinasi antara TNI dan pemerintah daerah.
Ia menyampaikan bahwa apresiasi dari masyarakat, termasuk warga luar desa, menjadi motivasi tersendiri bagi prajurit yang terlibat di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari rampungnya proyek fisik, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

