TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Upaya Pemdes Negarayu Brebes Tekan Kasus Stunting Lewat Rembug

×

Upaya Pemdes Negarayu Brebes Tekan Kasus Stunting Lewat Rembug

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Desa Negarayu bersama jajaran Forkopimcam Tonjong menggelar Rembug Stunting di Aula Balai Desa Negarayu, Brebes, Senin (7/9/2026), guna merumuskan program intervensi gizi bagi balita. (Foto: Portal Pantura/Yudhi P)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pemerintah Desa Negarayu, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes menggelar acara Rembug di aula balai desa setempat, Senin (7/9/2026). Forum ini menjadi langkah krusial untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan strategi penanganan gizi buruk pada balita di wilayah tersebut.

Kepala Desa Negarayu, Abdul Ghofur, mengungkapkan bahwa ancaman masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Berdasarkan data pemantauan terbaru, sebanyak 15 dari total 127 balita di Desa Negarayu terindikasi mengalami .

Abdul Ghofur mengimbau para orang tua, khususnya para ibu, untuk lebih cermat dalam memperhatikan asupan harian anak. Asupan nutrisi yang tepat dan seimbang menjadi fondasi utama dalam mencegah gangguan pertumbuhan fisik maupun otak pada balita.

Strategi Penanganan dan Alokasi Anggaran Desa

iklan

Kasi PMD Kecamatan Tonjong, Yuli Yuliawati, menjelaskan bahwa Rembug bertujuan memetakan akar masalah secara mendalam. Hasil diskusi ini akan menjadi acuan Tim RKPDes dalam menyusun rencana anggaran desa tahun depan.

Yuli menekankan pentingnya alokasi dana desa untuk pemenuhan fasilitas dan program kesehatan masyarakat. Investasi pada sektor kesehatan dinilai sangat penting meski dampaknya baru terasa dalam jangka panjang.

Camat Tonjong, Lukman Hakim, turut menyoroti teknis penyaluran bantuan di lapangan. Ia meminta agar Program Makanan Tambahan (PMT) diberikan secara spesifik dengan membedakan kebutuhan nutrisi antara balita dan non-.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Lintas Generasi

Koordinator PLKB Kecamatan Tonjong, Iman Sholikhin, menegaskan penanganan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Penyusunan program intervensi harus selalu berbasis data riil di lapangan agar tepat sasaran.

Penanganan juga tidak hanya berfokus pada balita. Perhatian khusus harus mulai diberikan sejak masa remaja putri hingga ibu hamil guna memutus rantai secara berkelanjutan.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P