Beberapa personel damkar terlihat berkejar-kejaran dengan Farid. Remaja itu terus menghindar dan menangis histeris.
Proses pendekatan berlangsung cukup lama dan penuh drama. Farid bahkan mengunci diri di dalam rumah neneknya.
Keluarga akhirnya mengizinkan petugas mendobrak pintu. Tujuannya agar remaja tersebut bisa diajak bicara.
“Kemarin si bocah ngumpet di rumah neneknya. Kata keluarganya bilang ‘dobrak aja’, ya akhirnya kita dobrak. Prosesnya dramatis karena si anak juga ngamuk menolak disunat,” cerita Hoiru.
Dipaksa Masuk Mobil Damkar
Setelah hampir satu jam didampingi keluarga dan petugas, Farid sempat dipaksa masuk ke mobil damkar.
Perlahan, suasana mulai terkendali. Remaja tersebut akhirnya bersedia dibawa menggunakan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Disdamkarmat) menuju lokasi sunat.
“Sesudah dipaksa masuk mobil, keluarganya bilang sekalian dibawa ke mantri sunat aja. Orangtuanya sempat minta pamannya yang TNI dan polisi dulu, si anak nggak mau,” lanjut Hoiru.
Keluarga sempat memanggil anggota keluarga lain yang berprofesi sebagai TNI dan polisi. Namun, Farid tetap menolak.
Akhirnya Disunat di Sukawangi
Farid kemudian dibawa ke mantri sunat di Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.
Setelah proses sunat selesai pada sore hari, petugas damkar mengantarkan Farid kembali ke rumah.

