Portal Pantura- Kabut tipis menerpa Wisata Guci dan masih menggantung di antara pepohonan pinus kawasan wisata Guci Forest, Kabupaten Tegal, pagi Rabu 9 Juli 2025.
Di antara gemuruh alam dan embun pagi, terdengar tawa serta juga tangis bersahut sahutan sebuah tanda bahwa sesuatu yang istimewa baru saja usai.
Tiga hari sudah ratusan anak dari berbagai penjuru Jawa Tengah berbagi tawa, cerita, dan harapan dalam Jambore LKSA se-Jawa Tengah 2025.
Mereka bukan sekadar peserta, mereka adalah anak-anak asuh dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) anak anak yang tumbuh dalam keterbatasan, tetapi hari itu, mereka semua menjadi bagian dari sesuatu yang besar.
Mengusung tema “Mewujudkan Anak LKSA Beriman, Berkarakter, Inovatif, dan Mandiri,” .
Jambore ini bukan sekadar agenda tahunan dan menjadi ruang aman, tempat anak-anak merasa layak untuk bermimpi, untuk bersuara, dan untuk dipeluk dunia.
Dari permainan kelompok, workshop keterampilan hidup, hingga pentas seni, setiap momen diisi dengan semangat tumbuh bersama.
Nampak hadir, Wakil Bupati, Dandim 0712 Tegal, Letkol Inf Suratman, Kapolres Tegal, Kajari dan pejabat lingkungan Pemkab Tegal lainnya.
Ada anak yang baru pertama kali keluar kota. Ada yang untuk pertama kalinya naik panggung. Dan ada pula yang untuk pertama kali, merasa dirinya berharga.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI, Agus Jabo Priyono, hadir langsung menyaksikan senyum anak-anak yang memenuhi kawasan Guci.
Dalam sambutannya yang tegas namun sarat empati, mengungkapkan kenyataan pahit: ada lebih dari 160 ribu anak di Jawa Tengah serta wilayah DKI Jakarta yang tak bersekolah.
“Ini bukan sekadar angka dan ini adalah anak-anak kita. Mereka harus kita bantu agar kembali bermimpi,” ucap membuat banyak pendamping terdiam haru.
Ia menyerukan kolaborasi seluruh elemen bangsa pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, masyarakat sipil. Sebab, katanya, anak-anak terlantar adalah tanggung jawab konstitusional negara.
Guci memang terkenal dengan air panas alaminya, tapi pekan ini, kawasan Guci terasa hangat pelukan solidaritas.
Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid dalam menyambut para peserta dengan bangga.
Ia melihat langsung semangat anak-anak yang datang tanpa banyak, tetapi pulang membawa banyak cerita, kepercayaan diri baru.***
Tim Redaksi
