Portal Pantura, Brebes – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Sebuah bangunan tua bersejarah peninggalan zaman kolonial Belanda mendadak ambrol dan menimpa permukiman warga di sekitarnya pada Minggu (30/8/2026).
Musibah yang terjadi begitu cepat ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia serta merusak beberapa rumah warga.
Tembok Ambrol Menimpa Permukiman Warga
Peristiwa naas tersebut membuat suasana di sekitar lokasi kejadian mencekam. Sebagian tembok dari bangunan berukuran besar itu runtuh dan materialnya meluncur menimpa bangunan rumah yang berada tepat di bawah atau dekat lokasi kejadian. Selain merusak rumah warga, puing-puing bangunan juga menutup akses jalan desa.
Warga yang kaget langsung berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus memberikan pertolongan pertama secara spontan.
Dua Balita dan Seorang Lansia Menjadi Korban
Duka kian mendalam ketika warga dan tim evakuasi menemukan korban jiwa dari balik reruntuhan material tembok. Dua balita yang merupakan kakak adik dilaporkan meninggal dunia di tempat. Menurut penuturan warga sekitar, saat musibah terjadi kedua korban naas tersebut sedang tertidur lelap di dalam rumah.
Tak hanya itu, saat penyisiran material reruntuhan berlanjut, petugas kembali menemukan seorang lansia dalam kondisi tidak bernyawa. Dengan ditemukannya korban tersebut, total korban meninggal dunia dalam musibah ini menjadi tiga orang.
BPBD Brebes dan Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi
Menanggapi laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes langsung bergerak ke lokasi musibah. Bersama warga setempat dan aparat terkait, tim gabungan terus menyisir puing-puing reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun.
Guna mempercepat proses evakuasi dan membersihkan material tembok yang tebal, alat berat juga dikerahkan ke lokasi kejadian.
Sekilas Gedung Hogwan: Dari Pabrik Tapioka Hingga Lapangan Bulu Tangkis
Bangunan tua yang runtuh tersebut dikenal warga setempat dengan sebutan Gedung Hogwan. Gedung ini memiliki sejarah panjang di kawasan Bumiayu.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, gedung tersebut pada masa penjajahan Belanda berfungsi sebagai pabrik tapioka. Seiring berjalannya waktu dan alih fungsi, masyarakat memanfaatkan area dalam gedung tua tersebut sebagai tempat olahraga bulu tangkis sehari-hari sebelum akhirnya musibah robohnya tembok gedung ini terjadi.

