Portal Pantura, Brebes – Keresahan warga terhadap maraknya aksi balap liar kembali mencuat di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Aktivitas ilegal tersebut kerap terjadi di ruas jalan dalam kota, khususnya di depan Masjid Agung Bumiayu, dan dinilai semakin mengganggu ketertiban serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Fenomena balap liar ini dilaporkan semakin intens dalam beberapa waktu terakhir. Warga mengaku tidak hanya terganggu oleh kebisingan knalpot dan kerumunan penonton, tetapi juga khawatir terhadap potensi kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada malam hingga dini hari.
Aspirasi dan keluhan masyarakat tersebut disampaikan melalui Aliansi Masyarakat Damai Bumiayu (AMDB), Selasa, 07/3/26. Ketua AMDB, Ahmad Mu’amar, mengatakan pihaknya menerima banyak aduan dari warga yang merasa resah dengan situasi tersebut.
“Banyak masyarakat yang mengeluhkan balap liar ini karena sangat meresahkan. Selain mengganggu kenyamanan, juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat berharap adanya langkah konkret dan tegas dari aparat penegak hukum untuk menindak pelaku balap liar serta mencegah aktivitas tersebut terus berulang.
Hal senada disampaikan oleh sesepuh tokoh masyarakat Bumiayu, H. Ahmad Faris Sulchaq, S.H. Ia menilai fenomena balap liar tidak hanya menjadi persoalan ketertiban umum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda.
“Perlu ada pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya penindakan, tetapi juga pembinaan terhadap para remaja agar tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan ini,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, dan pemerintah setempat, untuk bersama-sama mencari solusi yang berkelanjutan.
Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Bumiayu mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menertibkan aktivitas balap liar di wilayah hukumnya. Kapolsek Bumiayu menyampaikan bahwa patroli rutin dan penindakan telah dilakukan secara intensif, terutama di titik-titik rawan.
“Kami terus melakukan penertiban secara intens. Banyak pelaku yang terjaring, dan sebagian besar merupakan anak-anak muda yang berasal dari luar wilayah Bumiayu,” ungkapnya.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau indikasi balap liar agar dapat segera ditindaklanjuti.
Meski demikian, warga berharap upaya yang dilakukan aparat dapat lebih efektif dan memberikan efek jera bagi para pelaku. Mereka juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat, terutama pada jam-jam rawan terjadinya balap liar.
Maraknya balap liar di Bumiayu menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menimbulkan korban jiwa. Sinergi antara aparat, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dinilai menjadi kunci dalam mengatasi persoalan ini secara menyeluruh.
Dengan langkah penanganan yang tepat dan berkelanjutan, warga berharap kondisi keamanan dan kenyamanan di wilayah Bumiayu dapat segera kembali kondusif.***

