Portal Pantura, Brebes – Warga Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, menggelar penanganan darurat longsor Sungai Kali Pedes secara swadaya. Gotong royong dilakukan untuk mencegah kerusakan meluas ke permukiman.
Swadaya Warga Gerakkan Alat Berat
Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tonjong Berdaya memobilisasi excavator untuk mengalihkan arus sungai sementara. Alat berat tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat.
“Ini murni kerja gotong royong. Alat berat dari swadaya, operator dari swadaya, BBM dibantu PSDA dan ditambah swadaya warga. Yang penting sungai tidak terus menggerus rumah,” ujar Adiya Wibowo, Ketua Pokmas Tonjong Berdaya.
Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) memberikan bantuan sebagian bahan bakar minyak (BBM). Sisa kebutuhan BBM dan biaya operator alat berat ditanggung warga secara mandiri.
Empat Rumah Tak Layak Huni
Kondisi darurat bermula dari hujan lebat Minggu, 21 Desember 2025. Situasi memburuk hingga Malam Natal, 25 Desember 2025. Empat rumah warga dinyatakan tidak layak huni. Sejumlah rumah lain terancam longsor susulan.
Warga menilai penanganan tidak bisa menunggu proses normal. Risiko longsor susulan mengancam jika hujan lebat kembali turun.
Target Penanganan 200 Meter
Pokmas Tonjong Berdaya menargetkan penanganan sepanjang 200 meter di titik tikungan sungai. Lokasi ini menjadi kritis karena aliran mengarah langsung ke pemukiman warga.
Operasional alat berat dijadwalkan selama 14 hari sejak hari ini. Penanganan difokuskan pada pengalihan arus sungai dan pencegahan erosi lebih lanjut.
Butuh Donasi dan Bantuan Permanen
Masyarakat masih membutuhkan donasi untuk kelanjutan operasional. Dana dibutuhkan terutama untuk pengisian batu bronjong kali sebagai pengaman tebing sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes telah memberikan bantuan. Namun warga berharap ada penanganan teknis lanjutan dari pemerintah daerah dan provinsi.
“Kami sudah berusaha semampunya. Harapannya pemerintah bisa melanjutkan dengan penanganan permanen agar bencana ini tidak terulang,” tambah perwakilan warga.
Solidaritas Warga Hadapi Bencana
Langkah swadaya ini menunjukkan solidaritas tinggi masyarakat Tonjong menghadapi ancaman bencana. Kepedulian terhadap keselamatan lingkungan dan sesama warga terdampak menjadi penggerak utama.
Warga berharap upaya darurat yang dilakukan dapat segera diperkuat penanganan permanen. Pengamanan Sungai Kali Pedes secara berkelanjutan diperlukan agar bencana serupa tidak terulang.
Penanganan gotong royong ini menjadi contoh partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana. Namun tetap memerlukan dukungan pemerintah untuk solusi jangka panjang.***

