UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Waspada Modus Penipuan Pekerja Migran, Ini Pesan Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro

×

Waspada Modus Penipuan Pekerja Migran, Ini Pesan Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro memberikan edukasi perlindungan pekerja migran di Paguyangan, Brebes, Kamis (22 Oktober 2026). (Foto: Portal Pantura/Yudhi P)
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro imbau calon pekerja migran waspadai janji manis keberangkatan tanpa seleksi demi cegah penipuan.
Ukuran teks

Portal Pantura, – Ketua Komisi X mengingatkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak mudah tergiur janji manis dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Imbauan tegas ini disampaikan untuk mencegah para calon pekerja terjebak dalam tindak pidana perdagangan orang maupun penipuan di kemudian hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Agung dalam acara Edukasi Perlindungan dan Migran Aman Dalam Rangka Mendukung SMK Go Global pada Kamis, 22 Oktober 2026.

iklan

Kegiatan strategis yang membekali lulusan SMK tersebut berlangsung di Taman Wisata dan Resto , Kecamatan , Kabupaten .

Agung meminta para calon tenaga kerja untuk selalu waspada terhadap berbagai tawaran keberangkatan yang terkesan sangat mudah.

“Waspadai iming-iming cepat berangkat tanpa seleksi dan penjelasan kerja,” tegasnya di hadapan para peserta edukasi.

Ia menjelaskan bahwa proses rekrutmen yang resmi dan legal pasti melalui tahapan seleksi serta transparansi rincian pekerjaan.

Selain jalur rekrutmen, masalah transparansi biaya dan kelengkapan administrasi juga menjadi sorotan penting Ketua Komisi X tersebut.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah menyerahkan dokumen penting seperti paspor original kepada pihak pembawa kerja tanpa kejelasan.

Para calon pekerja migran juga diimbau tidak sekali-kali melakukan pembayaran sejumlah uang tanpa mengantongi bukti transaksi yang sah.

Sebab, ketidaktransparan biaya awal sering kali menjadi cikal bakal pemerasan serta penjeratan utang bagi para pekerja di negara tujuan.

Pola penipuan lain yang kerap muncul adalah permintaan dari agen agar calon pekerja merahasiakan keberangkatan mereka.

Agen ilegal biasanya melarang calon korban untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga maupun pihak berwenang setempat.

Jika menemukan indikasi mencurigakan seperti itu, calon pekerja disarankan segera membatalkan proses dan melapor ke dinas terkait.

Program SMK Go Global sendiri diharapkan mampu mencetak tenaga kerja luar negeri yang handal, berdaya saing, serta terlindungi secara hukum.

Melalui edukasi ini, para lulusan sekolah vokasi diharapkan makin bijak dan cermat dalam memilih peluang karier di kancah internasional.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P