Portal Pantura, Semarang – Jawa Tengah mulai mengakselerasi persiapan menjelang pesta olahraga provinsi berskala besar. Tidak hanya fokus pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, pemerintah daerah juga menetapkan visi ambisius untuk menjadi penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
Komitmen ini terungkap dari pertemuan antara pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng dengan Gubernur Ahmad Luthfi di kantor pusat gubernuran, Selasa pekan lalu. Dalam dialog tersebut, seluruh aspek teknis Porprov 2026 telah dibahas secara mendetail, mulai dari struktur organisasi hingga timeline pelaksanaan acara.
“Skala penyelenggaraan Porprov tahun ini akan cukup besar. Kami menghadirkan partisipasi dari 35 kabupaten dan kota yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Pesta olahraga ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026,” ungkap Ketua KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko.
Secara teknis, penyelenggaraan akan melibatkan 59 cabang olahraga dengan total 830 nomor pertandingan. Estimasi menunjukkan sekitar 10.528 atlet dan pelatih akan berpartisipasi aktif dalam event ini. Infrastruktur olahraga akan dipusatkan di kawasan Semarang Raya, meski beberapa cabang khusus digelar di lokasi strategis lainnya.
Olahraga aeromodeling akan dilaksanakan di Blora, sementara pertandingan balap sepeda menggunakan venue di Kota Surakarta. Pembukaan resmi dirancang berlangsung di Semarang, sedangkan penutupan akan diselenggarakan di Kendal untuk memberikan apresiasi terhadap daerah-daerah lain.
Selain persiapan teknis, penyelenggara juga melakukan aktivasi branding melalui sayembara logo dan maskot Porprov 2026. Proses kurasi desain telah menghasilkan tiga nominasi terbaik yang sudah mendapat persetujuan gubernur. Pemenang resmi akan diumumkan pada 9 Maret 2026.
Langkah Strategis Menuju PON 2032
Persiapan Porprov 2026 tidak dipandang hanya sebagai acara olahraga biasa, melainkan sebagai stepping stone menuju target yang lebih besar. Jawa Tengah secara serius melakukan pendekatan diplomasi untuk memenangkan kepercayaan nasional sebagai tuan rumah PON 2032.
“PON merupakan ajang prestisius yang dapat menunjukkan kemampuan organisasi suatu provinsi. Kesempatan ini kami manfaatkan untuk memperkuat citra Jawa Tengah di tingkat nasional,” jelas Sujarwanto.
Gubernur Ahmad Luthfi memberikan dukungan penuh terhadap kedua inisiatif olahraga tersebut. Ia menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng untuk mengidentifikasi seluruh kebutuhan yang dapat difasilitasi pemerintah provinsi dalam proses persiapan.
“Semua pihak harus bersinergi dengan baik. Saya menekankan agar atlet-atlet kita dapat terlindungi dengan optimal dan dapat berperforma maksimal dalam setiap kesempatan,” tegasnya.

