Menurutnya, pertandingan bukan semata-mata mengenai kemenangan dan kekalahan. Lebih dari itu, kegiatan olahraga harus mampu mempererat hubungan antarmasyarakat.
Jaga Kebersihan Area Pertandingan
Selain menekankan sportivitas, Nur Bintang juga mengingatkan seluruh pihak untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan selama turnamen berlangsung.
Ia meminta pemain, panitia, maupun penonton tidak membuang sampah sembarangan di sekitar lapangan.
“Lapangan juga harus diperhatikan kebersihannya, jangan ada sampah,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan turnamen karena kegiatan olahraga melibatkan banyak orang dan berpotensi menghasilkan sampah dalam jumlah cukup besar.
Bukan Sekadar Kompetisi
PPK II Nur Bintang Cup tidak hanya diarahkan sebagai ajang mencari tim terbaik. Turnamen juga menjadi wadah memperkuat interaksi sosial dan memberikan ruang lebih luas bagi perempuan untuk aktif dalam olahraga.
Antusiasme masyarakat Desa Kalinusu menjadi modal positif bagi keberlangsungan kegiatan. Dukungan warga diharapkan dapat menciptakan suasana pertandingan yang meriah sekaligus tetap kondusif.
Panitia pelaksana, Sukir Raharjo, turut mendorong seluruh peserta dan pendukung tim menjaga ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Dengan berlangsungnya turnamen selama tiga hari, masyarakat Kalinusu akan disuguhkan persaingan antartim sepak bola wanita hingga pertandingan berakhir pada 14 September 2026.
PPK II Nur Bintang Cup diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi ruang pembinaan olahraga perempuan sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat Desa Kalinusu.***

