Portal Pantura, Brebes – Kemampuan berbicara di depan umum kini menjadi salah satu keterampilan krusial bagi generasi muda. Keterampilan ini tidak hanya menunjang dunia pendidikan, tetapi juga menjadi bekal esensial memasuki dunia kerja.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Peradaban menggelar pengabdian masyarakat di SMA Islam Ta’alumul Huda Bumiayu. Program ini fokus melatih siswa menguasai teknik public speaking dan membawakan acara secara profesional.
Mengatasi Rasa Gugup Lewat Praktik Nyata
Banyak pelajar sebenarnya menyimpan potensi besar untuk menjadi seorang Master of Ceremony (MC). Namun, minimnya keberanian dan kesempatan sering kali menjadi penghalang utama.
Ketua Tim Pengabdian, Yukhsan Wakhyudi, mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa kerap merasa gugup saat harus tampil di hadapan publik. Rasa takut salah dan rendah diri membuat mereka memilih menghindar.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menyediakan ruang belajar yang aman dan menyenangkan agar semua siswa bisa berkembang,” ujar Yukhsan. Selama ini, pembelajaran di sekolah dinilai terlalu teoretis tanpa memberikan pengalaman praktik yang merata.
Simulasi Acara Nyata dan Umpan Balik Terstruktur
Program pelatihan ini dirancang secara bertahap agar siswa memahami dasar komunikasi publik. Mereka diajak mempelajari teknik vokal, artikulasi, intonasi, hingga bahasa tubuh yang baik.
Setelah materi dasar, peserta langsung mengikuti sesi praktik dalam kelompok kecil. Pendekatan ini memastikan setiap siswa mendapat kesempatan tampil dan menerima masukan konstruktif secara langsung.
Metode Simulasi Profesional
Puncak pelatihan melibatkan simulasi acara nyata di mana siswa bergantian menjadi MC. Mereka belajar memandu acara dari awal hingga penutupan secara profesional.
Pembina OSIS SMA Islam Ta’alumul Huda Bumiayu, Rizki Meitasari, S.Pd., menyambut antusias program kolaborasi ini. Ia menilai pelatihan tersebut menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekolah.
“Selama ini banyak siswa berbakat tetapi kurang percaya diri tampil di acara sekolah. Kami berharap pelatihan ini menumbuhkan keberanian dan karakter kepemimpinan mereka,” ungkap Rizki.

