Portal Pantura, Brebes – Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban yang bertugas di Desa Kalilangkap menggelar program sosialisasi anti bullying di SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai karakter positif sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di kalangan pelajar.
Kegiatan edukatif tersebut mengambil pendekatan interaktif agar pesan tentang bahaya perundungan dapat diterima siswa dengan lebih mudah.
Mengenal Berbagai Bentuk Bullying
Sosialisasi dimulai dengan penjelasan mengenai definisi bullying dan ragam bentuknya. Mahasiswa memaparkan tiga jenis perundungan yang sering terjadi di sekolah.
Pertama, bullying verbal berupa ejekan, hinaan, atau ancaman menggunakan kata-kata. Kedua, bullying fisik yang melibatkan kekerasan seperti memukul, mendorong, atau merusak barang milik orang lain. Ketiga, bullying psikologis yang mencakup pengucilan, penyebaran rumor, atau intimidasi mental.
Para fasilitator menyampaikan materi dengan gaya komunikatif. Mereka menggunakan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari siswa. Cara ini terbukti efektif menarik perhatian peserta.
Dampak negatif bullying juga dijelaskan secara rinci. Baik korban maupun pelaku sama-sama merasakan konsekuensi buruk dari tindakan perundungan.
Aktivitas Reflektif Tulis Pengalaman
Bagian paling menarik dari program ini adalah sesi refleksi. Siswa diajak menulis pengalaman dan perasaan mereka terkait bullying.
Kegiatan menulis ini menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengungkapkan emosi. Beberapa siswa berbagi pengalaman menjadi korban perundungan. Ada pula yang menyadari bahwa mereka pernah melakukan tindakan bullying tanpa menyadari dampaknya.
Sesi ini membuka kesadaran bahwa perundungan meninggalkan luka emosional mendalam. Trauma akibat bullying bisa bertahan dalam waktu lama, bahkan hingga dewasa.
Diskusi kelompok kemudian dilakukan untuk membahas hasil tulisan siswa. Peserta saling berbagi perspektif tentang bagaimana rasanya berada di posisi korban.
Antusiasme Tinggi Peserta
Selama kegiatan berlangsung, siswa SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu menunjukkan partisipasi aktif. Mereka mengikuti setiap rangkaian acara dengan semangat.
Antusiasme terlihat saat sesi tanya jawab. Banyak siswa mengajukan pertanyaan tentang cara menghadapi bullying. Ada juga yang bertanya bagaimana membantu teman yang menjadi korban perundungan.

