TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Pendidikan

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Kalilangkap Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu untuk Tanamkan Empati Siswa

×

Mahasiswa KKN Universitas Peradaban di Desa Kalilangkap Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMP Ma’arif NU 01 Bumiayu untuk Tanamkan Empati Siswa

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Desa Kalilangkap berfoto bersama siswa SMP Ma'arif NU 01 Bumiayu setelah kegiatan sosialisasi anti bullying, Bumiayu. Program ini bertujuan menanamkan empati dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan di lingkungan sekolah. (Foto: Dok. KKN Desa Kalilangkap)
Mahasiswa KKN Desa Kalilangkap berfoto bersama siswa SMP Ma'arif NU 01 Bumiayu setelah kegiatan sosialisasi anti bullying, Bumiayu. Program ini bertujuan menanamkan empati dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak perundungan di lingkungan sekolah. (Foto: Dok. KKN Desa Kalilangkap)
IKLAN
Ukuran teks

Aktivitas menulis dan diskusi membantu siswa memahami dampak bullying secara komprehensif. Mereka belajar bahwa perundungan tidak hanya menyakiti secara fisik.

Kondisi psikologis korban juga terganggu dalam jangka panjang. Depresi, kecemasan, dan rendah diri adalah beberapa dampak psikologis yang mungkin terjadi.

Menumbuhkan Empati dan Saling Menghargai

Program sosialisasi ini memiliki beberapa tujuan penting. Yang utama adalah menumbuhkan rasa empati di antara siswa.

iklan

Meningkatkan kesadaran tentang bahaya bullying juga menjadi fokus. Siswa diharapkan lebih peka terhadap kondisi teman-teman mereka di sekolah.

Mendorong sikap saling menghargai menjadi pesan kunci yang disampaikan. Mahasiswa menekankan pentingnya menjaga perasaan orang lain.

Lingkungan sekolah yang harmonis hanya bisa tercipta jika setiap individu saling menghormati. Perbedaan harus dilihat sebagai kekayaan, bukan alasan untuk melakukan perundungan.

Harapan Berkelanjutan

Mahasiswa Desa berharap pesan anti bullying tidak berhenti di ruang kelas. Mereka menginginkan nilai-nilai yang telah disampaikan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan sikap anti bullying harus konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Rumah dan lingkungan bermain juga perlu menjadi zona bebas perundungan.

Dengan kesadaran yang terus dijaga, diharapkan tercipta generasi muda yang lebih peduli dan humanis. Budaya saling menghormati dan melindungi sesama bisa menjadi karakter kuat generasi penerus bangsa.

Program seperti ini menunjukkan peran strategis mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan karakter.***

Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura