TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Press Release

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

×

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Sebarkan artikel ini
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
IKLAN
Ukuran teks

Jakarta, 8 November 2026 – Pasar aset kripto masih menghadapi tekanan sepanjang pekan pertama November 2026. Bitcoin (BTC) belum mampu memulihkan posisinya setelah terkoreksi tajam akibat aksi jual di pasar saham Amerika Serikat (AS), terutama pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut turut memperburuk sentimen investor dan meningkatkan volatilitas di pasar aset digital.

Berdasarkan data pasar pada 8 November 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$75.700. Harga ini masih berada di bawah level psikologis US$80.000 setelah BTC sempat terkoreksi sekitar 6% pada 5 November dan menyentuh area US$75.300–US$75.600.

Tekanan tersebut juga tercermin dari Crypto Fear & Greed Index yang sempat turun ke level 25 atau kategori Extreme Fear pada 7 November. Pada 8 November, indeks tercatat di level 28 atau kategori Fear. Kondisi ini menunjukkan bahwa kehati-hatian investor masih mendominasi pasar, meskipun terdapat sedikit perbaikan sentimen dibandingkan hari sebelumnya.

iklan

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai tekanan yang terjadi di pasar kripto kali ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan pasar keuangan global. Menurutnya, pergerakan Bitcoin semakin menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan sentimen investor, terutama ketika pasar saham mengalami tekanan.

“Pergerakan Bitcoin saat ini memperlihatkan bahwa pasar kripto tidak sepenuhnya bergerak secara independen dari pasar keuangan global. Ketika saham teknologi mengalami koreksi dan investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, tekanan tersebut juga dapat merambat ke aset kripto. Karena itu, penting bagi investor untuk melihat kondisi pasar secara lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pergerakan harga Bitcoin,” kata Yudho.

Koreksi Wall Street Menjadi Pemicu Tekanan Pasar Kripto

Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah pelemahan tajam bursa saham Amerika Serikat pada Kamis (5/11/2026).

Indeks S&P 500 turun 4,36% ke level 7.353,73, sementara Nasdaq terkoreksi 5,52% ke 24.315. Dow Jones juga melemah 3,44% ke 51.523,06. Penurunan tersebut menjadi salah satu koreksi harian terburuk sejak April 2025.

Tekanan terutama terjadi pada saham teknologi dan semikonduktor. Nvidia tercatat turun 9,3%, sedangkan AMD melemah hingga 17,3%. Kekhawatiran terhadap tingginya valuasi perusahaan AI, biaya pendanaan pusat data, serta potensi perlambatan investasi infrastruktur teknologi turut membebani sentimen pasar.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada pasar kripto. Selain Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami tekanan dengan penurunan sekitar 7–8% ke kisaran US$2.240 pada periode yang sama.

Korelasi pergerakan tersebut menunjukkan bahwa perubahan selera risiko investor global masih menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah pasar aset digital.

vritimes

Terbaru dari vritimes