TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Press Release

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

×

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Sebarkan artikel ini
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
IKLAN
Ukuran teks

Meski demikian, level harga pembelian Strategy tidak dapat dianggap sebagai batas bawah atau jaminan bahwa Bitcoin akan memperoleh dukungan harga di area tersebut.

Data Ekonomi AS dan Kebijakan The Fed Jadi Perhatian

Faktor makroekonomi Amerika Serikat juga masih berpotensi memengaruhi pergerakan aset kripto dalam beberapa hari ke depan.

Pada 6 November 2026, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa jumlah tenaga kerja nonpertanian atau nonfarm payrolls bertambah 165.000 pekerjaan pada Oktober. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar yang berada di kisaran 65.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran AS juga tercatat turun menjadi 4,1% dari 4,2% pada bulan sebelumnya.

iklan

Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Reuters melaporkan bahwa peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember meningkat menjadi sekitar 78% setelah publikasi data tersebut.

Bagi pasar kripto, ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi tekanan karena berpotensi mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.

Selanjutnya, pasar akan mencermati rilis data inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) Oktober yang dijadwalkan pada 10 November 2026. Data tersebut akan menjadi salah satu acuan untuk menilai arah tekanan inflasi dan kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed.

Menurut Yudho, perkembangan ekonomi AS perlu menjadi perhatian karena keputusan bank sentral memiliki pengaruh terhadap likuiditas dan sentimen di pasar keuangan global.

“Data ekonomi dan arah kebijakan suku bunga AS menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor kripto. Ketika ekspektasi suku bunga berubah, preferensi investor terhadap aset berisiko juga dapat ikut berubah. Karena itu, perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, dan kebijakan The Fed perlu dilihat sebagai bagian dari analisis pasar, bukan sebagai faktor yang berdiri sendiri,” jelasnya.

Level US$75.000 Menjadi Area Penting bagi Bitcoin

Dari sisi teknikal, area US$75.300–US$75.600 menjadi salah satu level yang diperhatikan setelah Bitcoin mengalami koreksi tajam pada 5 November.

Apabila tekanan jual berlanjut dan Bitcoin menembus area tersebut, level US$73.000 hingga US$68.000 menjadi area berikutnya yang dicermati pelaku pasar. Sebaliknya, Bitcoin perlu kembali bergerak dan bertahan di atas US$80.000 untuk menunjukkan indikasi pemulihan momentum yang lebih kuat.

vritimes

Terbaru dari vritimes