Pengangguran Muda Naik Sebelum AI Marak
Data mempertegas temuan ini. Tingkat pengangguran pekerja muda di sektor yang bisa dikerjakan secara remote naik hampir 1 poin persentase antara periode 2017–2019 dan 2022–2024.
Yang menarik, kenaikan itu terjadi sebelum AI digunakan secara luas di lingkungan kerja.
Sebaliknya, tingkat pengangguran pekerja senior di sektor yang sama justru sedikit turun.
Ekonom Lain Satu Suara
Kepala Ekonom Apollo Global Management, Torsten Sløk, menyatakan tidak ada bukti AI menyebabkan hilangnya lapangan kerja secara besar-besaran. Bahkan menurutnya, AI justru membantu mendorong lahirnya bisnis-bisnis baru di Amerika Serikat.
Penelitian terpisah dari London School of Economics yang dilakukan Peter John Lambert dan Yannick Schindler juga memperkuat kesimpulan serupa. Paparan terhadap sistem kerja dari rumah terbukti menjadi indikator lebih kuat dalam menjelaskan melemahnya perekrutan pekerja pemula.
Kesimpulannya jelas: bukan algoritma yang mempersulit Gen Z mendapat pekerjaan, melainkan perubahan pola kerja yang terjadi sejak pandemi.***
Tim Redaksi
