Tradisi Malam 1 Suro
Berbagai tradisi masih dilestarikan untuk menyambut malam 1 Suro. Di Keraton Yogyakarta, rangkaian dimulai dengan Jamasan Pusaka, yaitu ritual membersihkan benda-benda keraton seperti keris, kereta, dan gamelan.
Setelahnya, digelar Mubeng Beteng atau berjalan mengelilingi keraton sejauh sekitar 4 kilometer tanpa alas kaki dan tanpa berbicara. Tradisi ini dikenal sebagai Tapa Bisu, simbol perenungan dan pengendalian diri.
Di berbagai daerah, masyarakat juga menggelar doa bersama, tirakatan semalam suntuk, pengajian, ziarah makam leluhur, hingga kirab budaya yang menjadi daya tarik tersendiri.
8 Mitos Malam 1 Suro yang Masih Dipercaya
Malam 1 Suro identik dengan sejumlah pantangan yang diwariskan turun-temurun. Berikut delapan mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa.
1. Dilarang Keluar Rumah
Masyarakat di sejumlah daerah meyakini bahwa keluar rumah tanpa keperluan penting pada malam 1 Suro bisa mendatangkan kesialan. Banyak yang memilih menghabiskan malam ini dengan berdoa dan berkumpul bersama keluarga.
2. Dilarang Berisik
Malam 1 Suro dianggap sebagai waktu untuk merenung dalam keheningan. Pantangan ini tercermin dalam tradisi Tapa Bisu, di mana peserta berjalan mengelilingi keraton tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

