TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ragam Informasi

Musim Kemarau Kian Meluas, 48,9% Wilayah RI Alami Hari Tanpa Hujan

×

Musim Kemarau Kian Meluas, 48,9% Wilayah RI Alami Hari Tanpa Hujan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kekeringan. (Foto: Unaplash/Gyan Shahane)
Ilustrasi kekeringan. (Foto: Unaplash/Gyan Shahane)
IKLAN
⚡ RINGKASAN
BMKG: curah hujan diprediksi tetap rendah pertengahan Juli 2026, musim kemarau meluas ke 48,9% wilayah Indonesia. Simak prakiraan lengkapnya.
Ukuran teks

Portal Pantura, Jakarta – Musim di Indonesia semakin meluas memasuki pertengahan Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () memprediksi curah hujan tetap berada di kategori rendah di sebagian besar wilayah selama sepekan ke depan.

mencatat 342 Zona Musim (ZOM) atau 48,9% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Angka ini naik 11,3% dibanding periode sepuluh harian sebelumnya.

Udara Kering Kian Meluas

Analisis citra satelit terbaru menunjukkan massa udara kering dari selatan ekuator Indonesia semakin kuat. Kondisi ini menekan peluang terbentuknya awan hujan di banyak wilayah.

iklan

Indikator iklim global turut memperkuat tren tersebut. Indeks Nino 3,4 tercatat +1,25 dan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -24,7, dua parameter yang mengindikasikan penguatan El Nino dan berkontribusi pada berkurangnya curah hujan di sebagian besar Indonesia.

Dampaknya terlihat pada pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH). Sebanyak 329 titik pengamatan, atau 6,77% dari total wilayah yang dipantau, kini masuk kategori HTH sangat panjang dengan rentang 31 hingga 60 hari tanpa hujan.

Hujan Lebat Masih Terjadi di Sejumlah Titik

Meski kemarau meluas, hujan deras tetap tercatat di beberapa daerah. Kalimantan Utara diguyur hujan lebat pada 6-7 Juli 2026 dengan intensitas mencapai 84 mm per hari, dipicu pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Bavi yang berada di Laut Filipina, utara Papua Barat.

Siklon tersebut memang bergerak menjauhi Indonesia ke arah barat laut, namun keberadaannya masih memicu terbentuknya daerah konvergensi, konfluensi, serta low level jet di sekitar wilayah sistem tersebut.

Curah Hujan Rendah Dominasi Dasarian Kedua Juli

Pada dasarian kedua Juli 2026 (10-20 Juli), memprakirakan 92,64% wilayah pengamatan akan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni di bawah 50 mm per sepuluh hari.

Wilayah yang masuk kategori ini meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian Papua.

Kendati demikian, sejumlah fenomena atmosfer seperti kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby Ekuatorial masih aktif di beberapa wilayah, sehingga tetap mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Untuk periode 10-13 Juli 2026, memperkirakan cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan ringan. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Papua Selatan, serta angin kencang di Aceh, Bali, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Papua Barat Daya.

Memasuki periode 14-16 Juli 2026, cuaca diprakirakan tetap cerah berawan hingga hujan ringan. Namun peningkatan intensitas hujan sedang berpotensi terjadi di Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, disertai potensi angin kencang di Maluku.

Imbauan untuk Masyarakat

Menghadapi musim kemarau yang terus meluas, mengimbau masyarakat untuk:

Menjaga kecukupan cairan tubuh dan menghindari dehidrasi. Menghemat penggunaan air bersih di tengah risiko . Menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca resmi melalui laman .go.id, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial @infobmkg guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.***

Setyo

Terbaru dari Setyo