Ia juga menyatakan bahwa apabila ada warga yang merasa kurang mendapatkan informasi, pihak desa selalu siap memberikan penjelasan dan klarifikasi. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan salah satu prinsip utama dalam pemerintahannya, dan setiap warga berhak untuk mengetahui berbagai hal terkait kegiatan desa.
Sebagai pemimpin desa, Baitsul Amri menyadari bahwa tidak semua kebijakan yang diambil dapat memuaskan semua pihak. Namun, ia menegaskan bahwa pintu balai desa selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin menyampaikan kritik atau masukan. Baginya, dialog yang sehat dan terbuka adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.
“Saya selalu siap untuk berdialog dengan warga yang memiliki kritik atau saran. Kritik itu penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, namun harus disampaikan melalui cara yang baik dan produktif,” tegasnya.
Dikatakanya, Desa Benda selama ini kondusif. Karena itu, jangan ada pihak-pihak yang bisa membuat masyarakat resah dan gaduh.
Baitsul juga berharap agar warga Desa Benda dapat lebih aktif dalam berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan desa, termasuk menghadiri rapat-rapat yang diadakan secara berkala. Partisipasi masyarakat, menurutnya, sangat penting dalam memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan warga.***
Tim Redaksi
