IKLAN
InsideNewsSorotan Utama

Budie Arie Diserang Setelah Blokir Banyak Situs Judi Online, Ada Apa?

Avatar photo
×

Budie Arie Diserang Setelah Blokir Banyak Situs Judi Online, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Rojik / Ketua Projo Kabupaten Tegal.
Rojik / Ketua Projo Kabupaten Tegal.

Portal Pantura – Serangan terhadap Budie Arie, Ketua Umum Projo dan Menkominfo, bukan sekadar kritik biasa.

Di balik gempuran opini negatif yang berkembang, tersirat sebuah upaya sistematis untuk melemahkan figur yang dinilai berani mengambil sikap tegas terhadap praktik judi online.

IKLAN

Langkah-langkah keras yang diambil Budie Arie beberapa bulan terakhir memang menyasar langsung ke jantung persoalan, jaringan digital judi  telah meracuni ruang siber Indonesia.

Lebih dari jutaan situs telah diblokir, sebuah capaian yang tidak main-main. Namun, keberhasilan ini justru memancing perlawanan balik.

Serangan tidak datang lewat jalur hukum. Ia muncul dalam bentuk pembentukan opini, penggiringan persepsi, dan framing negatif terhadap sosok yang selama ini tampil bersih.

Ada kesan kuat bahwa pembunuhan karakter sedang dijalankan secara sistematis.

Publik kini disuguhi tuduhan yang belum tentu berbasis fakta. Opini dibingkai sedemikian rupa sehingga seolah-olah integritas patut dicurigai.

Padahal, justru keberanian untuk melawan kejahatan digital seharusnya menjadi dasar penghargaan, bukan cercaan.

Budie Arie bukan pejabat biasa. Ia membawa komitmen moral yang tegas: melindungi generasi muda dari ancaman judi online.

Upayanya bukan semata tugas administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial yang lebih besar.

Sebab judi online bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Namun, keberpihakan pada kebenaran tidak selalu mendapat sambutan hangat. Di negeri ini, terkadang yang jujur justru dilabeli miring. Yang berani dilawan, bukan dibela.

Dalam konteks itu, reaksi yang muncul terhadap Budie Arie bukan lagi soal ketidaksetujuan. Ini tentang bagaimana kebenaran dibungkam lewat polesan opini yang menyesatkan.

Tentu, tidak semua orang terbuai dengan narasi yang sedang dibangun. Masih ada suara-suara waras yang menolak tunduk pada permainan persepsi.

Relawan, aktivis digital, dan masyarakat sipil  peduli tetap berdiri mendukung langkah-langkah bersih dan berani yang diambil.

Dukungan terhadap Budie Arie bukan bentuk fanatisme buta. Ini soal keyakinan bahwa kejujuran dan keberanian tidak boleh dibayar dengan fitnah.

Mereka yang mendukungnya percaya bahwa ketika integritas tetap dijaga, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

Situasi ini menjadi ujian, bukan hanya untuk Budie Arie, tetapi juga untuk publik. Apakah kita akan terus membiarkan karakter pemimpin bersih dirusak oleh kampanye hitam, ataukah berani bersuara dan melawan ketidakadilan?

Sejarah membuktikan bahwa mereka yang memilih diam ketika kebenaran diinjak, akan dilupakan. Yang dikenang adalah mereka yang berdiri teguh, meski badai menyerang dari segala arah.

Hari ini, pilihan itu ada di tangan kita semua. Tetap kritis, tapi jangan mudah terjebak dalam opini yang belum tentu benar.

Karena keberanian melawan kejahatan, apalagi terstruktur sistematis dilindungi bukan justru dihancurkan.***

Tim Redaksi

Portal Pantura
Reporter Portal Pantura
---
Penulis ---
Cahyo
Editor Cahyo
Portal Pantura

Terbaru dari Portal Pantura