Portal Pantura, Brebes – Gelombang protes warga merebak di Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Sejumlah warga mendatangi balai desa setempat untuk menyampaikan tuntutan agar Kepala Desa Achmad Efendi mundur dari jabatannya.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan warga terhadap pelayanan Pemerintah Desa (Pemdes), khususnya terkait kesigapan operasional mobil siaga desa saat warga membutuhkan pertolongan darurat.
Dinilai Tak Sigap Saat Penanganan Korban Musibah
Tuntutan warga tersebut mengemuka dalam acara audiensi yang digelar di aula Desa Dukuhturi pada Selasa (1/8/2026). Warga menilai pihak pemdes lambat dalam merespons kejadian robohnya tembok gedung tua di samping Kantor Kecamatan Bumiayu yang menimpa warga.
Ion, salah satu perwakilan warga, menyatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan meminta penataan ulang manajemen fasilitas desa sekaligus mendesak kades untuk meletakkan jabatan.
Ia menilai kinerja kades sudah tidak optimal dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Selain itu, warga juga mendesak agar mobil siaga desa selalu diparkir di balai desa agar siap digunakan sewaktu-waktu tanpa hambatan.
Respons dan Permohonan Maaf Kepala Desa
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Desa Dukuhturi Achmad Efendi secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga atas kekurangan dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan.
Achmad mengakui bahwa respons yang diberikan saat kejadian musibah tersebut belum maksimal. Ia menjelaskan bahwa pada saat peristiwa Gedung Hogwan runtuh pada Minggu (30/8/2026), dirinya langsung menuju ke lokasi musibah.
Namun, kendala fisik akibat gangguan pada kakinya membuat pergerakannya terbatas untuk membantu penanganan di lapangan.
Klarifikasi Keberadaan Mobil Siaga Desa
Terkait sorotan armada armada operasional desa, Achmad membantah isu yang menyebutkan bahwa kendaraan tersebut dibawa ke luar kota atau disalahgunakan.
Menurutnya, saat kejadian ia telah menginstruksikan operator untuk menyiagakan mobil siaga desa menuju lokasi musibah. Niat awal armada akan diparkir di area Kantor Kecamatan Bumiayu yang dekat dengan lokasi kejadian.
Namun, akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) sudah ditutup oleh petugas. Setelah mendapat kepastian bahwa korban musibah telah dievaluasi dan dibawa ke rumah sakit, mobil siaga tersebut akhirnya diparkir kembali di seberang rumahnya.
Pemdes Konsultasi ke Pemkab Brebes
Mengenai tuntutan mundur dari jabatan, Achmad belum memberikan keputusan final. Ia menyatakan akan mengambil langkah prosedural dengan berkonsultasi kepada pihak berwenang.
Ia berencana segera berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bumiayu serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes guna menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan yang disampaikan oleh warganya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bumiayu, Hendra Pradistyo Busono, S.STP., M.Si., menyatakan akan segera membawa persoalan ini untuk dikonsultasikan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes agar mendapatkan penyelesaian yang sesuai aturan berlaku.***
Tim Redaksi
