Portal Pantura, Brebes – Rencana relokasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Brebes 01 guna memberi ruang bagi proyek strategis perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes akhirnya menemukan titik terang yang melegakan kedua belah pihak. Dinas Pendidikan, Pemuda, and Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Brebes bersama Paguyuban Wali Murid ‘SDANSA BES’ secara resmi menyepakati dua calon lokasi pengganti sekolah dalam audiensi konstruktif yang berlangsung di Aula Dindikpora pada Rabu, 4 November 2026.
Suasana pertemuan yang sempat diwarnai ketegangan pada pekan-pekan sebelumnya berubah cair dan disambut tepuk tangan hangat dari para peserta saat kata sepakat tercapai. Meski melunakkan pendirian terkait rencana pemindahan, para orang tua siswa tetap memegang teguh komitmen dengan menetapkan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Kesepakatan ini menjadi jalan tengah penting agar peningkatan fasilitas kesehatan publik tidak sampai mengorbankan kualitas serta kenyamanan ruang belajar anak-anak.
Penolakan Tegas Gedung BKPSDMD dan Usulan Dua Lokasi Alternatif
Sebelum mencapai titik temu, dinamika sempat memanas akibat usulan penempatan sekolah ke beberapa titik yang dinilai kurang representatif. Paguyuban wali murid secara tegas menolak wacana pemindahan siswa ke gedung kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) di Jalan RA Kartini. Lokasi tersebut dinilai kurang strategis serta belum memadai dari segi fasilitas penunjang tumbuh kembang anak.
Sebagai gantinya, paguyuban wali murid aktif mengajukan dua opsi lokasi alternatif yang dinilai jauh lebih layak dan siap pakai. Kedua pilihan tersebut meliputi gedung kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta gedung kantor Dinas Pariwisata and Kebudayaan Kabupaten Brebes. Berdasarkan kajian internal orang tua, kedua titik ini memiliki aksesibilitas yang jauh lebih baik serta berada di jantung aktivitas masyarakat yang aman bagi mobilitas siswa.
Apresiasi Pemerintah Daerah atas Sikap Terbuka Orang Tua Siswa
Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Sutaryono, menyampaikan apresiasi mendalam atas sikap terbuka, kooperatif, dan konstruktif yang ditunjukkan oleh para wali murid. Pihaknya menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi positif antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam memajukan layanan publik.
“Kami sangat menghargai perjuangan para orang tua ini. Intinya, Bapak dan Ibu tidak menolak pemindahan demi pembangunan yang lebih besar. Kesehatan dan pendidikan sama-sama penting bagi kita semua,” ujar Sutaryono seusai memimpin audiensi. Sutaryono menambahkan bahwa aspirasi kritis yang disampaikan wali murid merupakan cermin kepedulian nyata terhadap masa depan mutu pendidikan anak-anak di Kabupaten Brebes.
Syarat Mutlak Wali Murid: Gedung Baru Rampung 100 Persen
Di balik lampu hijau yang diberikan, paguyuban wali murid menetapkan syarat mutlak yang bersifat harga mati kepada pemerintah daerah. Mereka meminta agar gedung sekolah baru wajib sudah selesai dibangun seratus persen dan benar-benar siap digunakan sebelum proses perpindahan siswa dilakukan.
Tidak boleh ada celah proses pembangunan fisik yang masih berjalan beriringan saat aktivitas kegiatan belajar mengajar di lokasi baru sudah dimulai. Selain itu, ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) serta area bermain yang aman dan ramah anak menjadi poin krusial yang tidak bisa ditawar lagi demi menjamin kesehatan mental serta fisik para peserta didik selama di sekolah.
Urgensi Perluasan RSUD Brebes Menuju Standar Nasional
Di sisi lain, pihak manajemen rumah sakit membeberkan alasan mendesak di balik kebutuhan lahan sekolah tersebut demi kepentingan masyarakat luas. Wakil Direktur RSUD Brebes, Imam Budiarto, menjelaskan bahwa institusinya membutuhkan tambahan luas lahan sekitar 6.000 meter persegi di sisi timur kompleks rumah sakit.
Langkah penambahan luas area ini merupakan bagian integral dari program nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk merevitalisasi ratusan rumah sakit di berbagai penjuru tanah air. Jika proyek perluasan ini terealisasi secara maksimal, peringkat layanan RSUD Brebes diproyeksikan akan meningkat signifikan menjadi rumah sakit bertaraf nasional.

