IKLAN
NewsSorotan Utama

Momen Bupati Brebes Tahan Tangis Saat Bahas Bencana dan Pertanian di Lereng Gunung Slamet

Avatar photo
×

Momen Bupati Brebes Tahan Tangis Saat Bahas Bencana dan Pertanian di Lereng Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini
Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma menyampaikan keprihatinannya atas rangkaian bencana alam yang melanda wilayahnya, dalam Focus Group Discussion bertema tata kelola pertanian dan lingkungan di lereng Gunung Slamet, di Pendopo Bumiayu, Kamis (18/6/2026). Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.
Bupati Brebes Paramitha Widyakusuma menyampaikan keprihatinannya atas rangkaian bencana alam yang melanda wilayahnya, dalam Focus Group Discussion bertema tata kelola pertanian dan lingkungan di lereng Gunung Slamet, di Pendopo Bumiayu, Kamis (18/6/2026). Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.

yang Menekan Ekologi

Kepala Dinas , Hendri Adi Komara, mengungkapkan bahwa lereng Gunung Slamet merupakan sentra hortikultura yang menjadi tumpuan ekonomi ribuan keluarga petani pegunungan, terutama melalui komoditas kentang.

Namun di sisi lain, aktivitas budi daya yang terus meluas turut menggerus keseimbangan lingkungan. Luas tutupan hutan kian menyusut, sementara fungsi hutan sebagai penyimpan air, penjaga kesuburan tanah, serta penahan erosi dan longsor semakin melemah.

Produktivitas Bukan Lagi Ukuran Tunggal

IKLAN

Hendri menegaskan, orientasi sektor tidak boleh lagi sekadar mengejar hasil panen. Aspek keberlanjutan, menurutnya, harus turut menjadi bagian dari setiap kebijakan.

Pandangan tersebut sejalan dengan semangat yang berkembang dalam forum, bahwa pertanian dan pelestarian lingkungan semestinya berjalan beriringan, bukan saling berhadapan.

Perhutani Tawarkan Agroforestri

Administratur Perhutani Pekalongan Barat, Maria Endah Ambarwati, menyoroti kondisi sebagian kawasan lereng Gunung Slamet yang telah mengalami degradasi serius, ditambah persoalan konflik tenurial yang belum terselesaikan.

Sebagai jalan tengah, Perhutani mendorong penerapan pola agroforestri, yakni memadukan tanaman keras dengan komoditas pertanian dalam satu lahan. Pola ini dinilai memungkinkan upaya konservasi dan kegiatan ekonomi warga berjalan secara bersamaan.

Desakan Penegakan Aturan yang Konsisten

Sejumlah aktivis lingkungan yang turut hadir dalam forum menilai penegakan aturan terhadap pelanggaran kawasan hutan harus diperketat dan diterapkan tanpa pandang bulu.

Mereka menilai, kompromi yang terus berulang hanya akan memperpanjang daftar bencana di kawasan lereng Gunung Slamet.

Menjaga Slamet, Menjaga Masa Depan

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan di lereng Gunung Slamet bukan sekadar hamparan kebun kentang atau tegakan pohon, melainkan ketersediaan air bagi sawah, kesuburan tanah bagi benih, serta kelangsungan hidup petani yang harus terjaga melampaui satu musim panen.

Emosi yang ditunjukkan Bupati dalam forum tersebut bukan tanda kelemahan, melainkan sinyal bahwa persoalan ini sudah terlalu mendesak untuk hanya dibahas di atas kertas.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P