UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Editor ChoicePendidikan

Universitas Peradaban Berdayakan Guru Purbalingga lewat Komunikasi Reflektif  

×

Universitas Peradaban Berdayakan Guru Purbalingga lewat Komunikasi Reflektif  

Sebarkan artikel ini
Diterbitkan:
Tim PkM Universitas Peradaban bersama jajaran guru SMA IT Madani Purbalingga dalam workshop komunikasi pedagogis yang berlangsung reflektif, Kamis (18/6/2026).
Tim PkM Universitas Peradaban bersama jajaran guru SMA IT Madani Purbalingga dalam workshop komunikasi pedagogis yang berlangsung reflektif, Kamis (18/6/2026)

Portal Pantura, – Mengingat kembali sosok yang paling membekas dalam ingatan bukan sekadar bernostalgia. Bagi puluhan SMA Islam Terpadu (IT) Madani , pertanyaan tentang siapa yang paling berpengaruh dalam hidup mereka menjadi titik balik refleksi mendalam mengenai kekuatan komunikasi pedagogis di ruang kelas.

melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hadir menjawab tantangan tersebut. Bertajuk “Pemberdayaan Pendidikan Islam dalam Pengembangan Komunikasi Pedagogis Reflektif dan Transformatif,” workshop ini bukan sekadar diskusi teori, melainkan langkah nyata untuk memanusiakan interaksi antara guru dan siswa.

Pentingnya Kualitas Hubungan Guru dan Siswa

Kepala SMA IT Madani , H. Lubabul Umam Abdillah Ma’ruf, S.H.I., menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dengan pembaruan perangkat pembelajaran. Baginya, esensi pendidikan terletak pada kualitas hubungan yang terbangun antara pendidik dan peserta didik.

iklan

“Workshop ini pengingat bagi kami bahwa kualitas pembelajaran ditentukan oleh cara guru berinteraksi. Kami berharap materi ini bisa membangun hubungan belajar yang lebih positif dan bermakna di kelas,” ujarnya di sela kegiatan, Kamis (18/6/2026).

Kekuatan Kata-kata dalam Membentuk Karakter

Ketua Tim PkM , Adnan Yusufi, M.Pd.I., menekankan bahwa setiap kata yang diucapkan guru adalah instrumen pembentuk masa depan. Komunikasi di kelas bukan sekadar alat transfer materi, melainkan medium untuk menanamkan nilai karakter.

“Setiap apresiasi, teguran, hingga cara merespons peserta didik berpengaruh jangka panjang. Guru harus sadar bahwa setiap pilihan kata memiliki konsekuensi pedagogis sekaligus kemanusiaan,” jelas Adnan.

Pendekatan Reflektif dan Aplikatif

Selama workshop, peserta tidak dijejali teori membosankan. Tim pelaksana yang terdiri dari Adnan Yusufi, Yukhsan Wakhyudi, dan Fahrul Ali Masykur mengajak guru untuk:

  • Mengingat pengalaman personal dengan guru berkesan.

  • Simulasi menghadapi berbagai karakter peserta didik.

Tim Redaksi

Yudhi P
Jurnalis Yudhi P
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P