Portal Pantura – Musim kemarau panjang tahun ini kembali menyisakan ujian berat bagi sebagian besar wilayah di Tanah Air.
Kabupaten Brebes bagian selatan menjadi salah satu kawasan yang merasakan dampak paling nyata dari gelombang kekeringan berkepanjangan.
Hampir seluruh kecamatan di wilayah selatan Brebes dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih yang memprihatinkan.
Kecamatan Tonjong menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak krisis air bersih pada musim kemarau kali ini.
Kondisi tersebut membuat sejumlah desa di kecamatan ini harus berjuang ekstra keras demi memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Salah satu titik paling parah berada di wilayah RW 06, Desa Karangjongkeng, di mana warganya harus memutar otak untuk mendapatkan air.
Perjuangan Warga RW 06 Karangjongkeng
Warga setempat terpaksa merelakan waktunya untuk mengumpulkan berbagai wadah penampungan air demi menyambut bantuan yang datang.
Sepanjang pinggir jalan perkampungan mendadak berubah pemandangannya karena deretan wadah air milik warga yang berjejer rapi.
Ember plastik hingga galon air mineral lama tampak siap siaga menunggu kedatangan truk tangki air bersih.
Kehadiran truk bantuan menjadi momen yang paling dinantikan oleh seluruh warga yang mendambakan air layak pakai.
Peran Tanggap Darurat BPBD Brebes
Melihat kondisi yang kian mendesak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes langsung bergerak cepat.
Petugas secara berkala mengirimkan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki langsung ke titik-titik perkampungan yang membutuhkan.
Langkah taktis ini diambil guna meringankan beban masyarakat yang kesulitan menjangkau sumber air bersih mandiri.
Apresiasi Pemerintah Desa
Kepala Desa Karangjongkeng, Mayor Infanteri Purnawirawan H. Abdul Mukhit, S.H., memberikan apresiasi tinggi atas aksi cepat tanggap tersebut.
Ia menilai kegiatan dropping air bersih dari instansi terkait sangat membantu warganya yang sedang berada dalam situasi sulit.
“Ini tentu sangat membantu warga desa kami,” ujarnya dengan penuh rasa syukur kepada pihak-pihak yang peduli.
Cerita Warga di Tengah Krisis
Sutinah, salah seorang warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasokan air bersih gratis dari pemerintah daerah.
Ia menyebutkan bahwa air bantuan yang diperolehnya akan diprioritaskan khusus untuk keperluan memasak dan konsumsi dapur.
“Air bantuan ini saya gunakan untuk masak dan keperluan dapur,” ujarnya sambil tersenyum lega memegang jerigen.
Kendati demikian, air bantuan tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan harian seperti mencuci pakaian maupun mandi.
Untuk urusan mandi dan mencuci, Sutinah dan beberapa tetangganya harus berjalan keluar rumah menuju lokasi sumber air alternatif.
Harapan Warga Jelang Akhir Kemarau
Warga Karangjongkeng kompak menyuarakan harapan agar kegiatan pengiriman air bersih ini dapat dilakukan secara rutin selama kemarau.
Mereka merasa kehadiran truk tangki air sangat menyelamatkan aktivitas harian di tengah minimnya curah hujan.
Selain bantuan rutin, Sutinah dan warga lainnya juga berharap musim kemarau tahun ini bisa segera berlalu.
Doa agar hujan segera turun terus dipanjatkan agar kehidupan warga bisa kembali normal tanpa bayang-bayang kekeringan.***
Tim Redaksi
